Korban Tertimbun Longsor Sindangkerta Belum Ditemukan

Longsor Sindangkerta/DEDEN IMAN/PR
FOTO udara kondisi bencana longsor di Kampung Bonjot, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 6 Maret 2018. Korban longsor, Damah (40), hingga hari kedua proses pencarian masih belum ditemukan. Ratusan warga sekitar diungsikan karena kondisi tanah di lokasi bencana masih labil.*

NGAMPRAH, (PR).- Pencarian Damah (40), korban yang tertimbun longsor di Kampung Bonjot, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat terkendala cuaca dan kedalaman material longsor. Hingga hari kedua pascakejadian, Selasa, 6 Maret 2018, jasad Damah belum ditemukan petugas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik KBB Dicky Maulana mengungkapkan, pencarian korban melibatkan petugas gabungan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Bahkan, anjing pelacak dari Badan SAR Nasional Jawa Barat diturunkan untuk membantu pencarian korban.

"Namun, pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian korban sempat dihentikan pukul 11.00 karena hujan sebelum dilanjut kembali setelah reda. Hingga pukul 15.30, korban belum ditemukan," katanya kemarin.

Dicky menuturkan, pencarian korban akan dilanjutkan Rabu ini. Namun, pencarian tersebut diperkirakan masih akan dilakukan secara manual lantaran alat berat belum memungkinkan untuk masuk ke lokasi longsor.

Wilayah Kampung Bonjot, lanjut dia, termasuk daerah rawan bencana. Selain dilihat dari kondisi geografisnya yang berupa perbukitan, di wilayah itu juga sempat terjadi longsor dan pergerakan tanah. "Pada 2004, menurut warga sekitar, pernah ada longsor juga. Namun, tidak sebesar seperti sekarang," katanya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tetal waspada mengingat curah hujan masih tinggi. Sebab, hal itu memicu longsor dan pergerakan tanah, terurama di daerah perbukitan.

Seperti diketahui, longsor di Kampung Bonjot menimbun Damah (40) dan anaknya, Puja (14) pada Senin, 5 Maret 2018, sekitar pukul 6.00 WIB. Jasad Puja sudah ditemukan dengan kondisi masih memakai seragam sekolah. Diduga kuat, ia tengah bersiap untuk berangkat ke sekolahnya di SMPN 2 Cililin.

Kepala SMPN 2 Cililin Sobirin mengungkapkan, Puja tercatat sebagai siswi kelas VIII di sekolahnya. Sepengetahuannya, Puja merupakan siswi yang rajin, ramah, dan pandai bergaul dengan teman-temannya.

Bahkan, pada Sabtu pekan lalu, Puja sempat berfoto bersama teman sekelompoknya seusai menyerahkan tugas. "Kami tak menyangka hari Sabtu kemarin itu adalah hari terakhir dia sekolah. Tentu kami sangat kehilangan dan berduka cita atas musibah ini," ujarnya.***

Baca Juga

Sampai Juli 2018, Ada 323 Kasus HIV di Bandung Barat

NGAMPRAH, (PR).- Tren kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bandung Barat terus meningkat dari tahun ke tahun. Komisi Penanggulangan AIDS setempat melaporkan, secara kumulatif sejak 2011 hingga Juli 2018, ada 323 kasus yang terungkap.