Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Pilbup Bandung Barat 2018 Semrawut

Pengundian nomor urut/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
ACARA pengundian nomor urut dan deklarasi pilkada damai dalam Pilbup Bandung Barat 2018 diwarnai insiden pencopetan.*

NGAMPRAH, (PR).- Acara pengundian nomor urut pasangan calon Pilbup Bandung Barat 2018 dan deklarasi pilkada damai diwarnai insiden pencopetan. Seorang simpatisan pendukung salah satu calon kehilangan sabak elektronik (tablet) baru senilai Rp 10 juta dari dalam tasnya.

Idar Sartono (66), simpatisan pendukung pasangan calon Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati, mengaku baru tahu bahwa sabak elektronik miliknya raib saat akan berfoto dengan pasangan calon yang didukungnya. Padahal, sejak memasuki tempat acara, gawai tersebut berada di dalam tasnya.

"Ketahuan hilang barusan di dalam acara. Saya mau mengeluarkan tablet buat foto sama Pak Doddy dan Bu Pupu, eh, ternyata enggak ada. Ya sudah lah," kata Idar, seusai acara pengundian nomor urut, di Vila Istana Bunga, Parongpong, Selasa, 13 Februari 2018.

Walaupun di dalam tas ada sejumlah barang berharga lainnya, dia menyatakan hanya sabak elektronik yang hilang. "Mereknya Samsung. Saya kan sudah tua, enggak mengerti gadget. Cuma ingin ganti yang baru, ya beli yang hilang itu. Harganya sekitar Rp 10 juta," tuturnya.

Dengan kejadian tersebut, Idar mengaku kecewa terhadap Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya, aktivitas para pendukung selama acara berlangsung kurang terkontrol dengan baik. "Yang namanya hajat besar, pengaturan acaranya itu seharusnya bisa lebih tertib," ujarnya.

Ada kekurangan

Ketua KPU Bandung Barat Iing Nurdin mengatakan, persiapan penyelenggaraan acara telah dipersiapkan sejak jauh hari. Meski begitu, dia mengakui, pada pelaksanaan pengundian nomor urut pasangan calon Pilbup Bandung Barat 2018 terdapat sejumlah kekurangan. Walaupun jumlah pendukung dari masing-masing pasangan calon sudah ditentukan sebanyak 75 orang. Namun, di dalam acara diperkirakan jumlahnya lebih banyak.

"Kalau kita lihat di luar (tempat acara), betapa banyak orang yang antusias menyaksikan acara ini. Kami kewalahan. Walaupun kami sudah bagikan ID card, dalam beberapa kasus, ID card yang sudah dipakai orang masuk itu dikasihkan lagi ke orang lain yang ada di luar. Itu kan cuma contoh kecil. Artinya, itu kembali pada kepatuhan masyarakat," katanya.

Selain membatasi jumlah pendukung yang dapat memasuki tempat acara, dia menambahkan, KPU juga telah memberikan gambar tempel buat dipasang di kendaraan. Hal ini sebagai antisipasi kedatangan para pendukung yang membludak. Meski begitu, ribuan orang tetap mendatangi Vila Istana Bunga.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga