Ada Warga Hibahkan Tanah untuk Jalan Penghubung Kopo-Cibaduyut Bandung, Macet Bisa Berkurang

Patung Sepatu di Jalan Cibaduyut, Bandung/ANWAR EFFENDI/PR

BANDUNG, (PR).- Kawasan Jalan Cibaduyut dan Jalan Kopo menjadi salah satu simpul kemacetan di Kota Bandung. Untuk itu, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) berencana membangun jalan penghubung antara Cibaduyut dan Kopo. 

Menurut Kepala DPU Kota Bandung Arief Prasetya, jalan penghubung antara Cibaduyut dan Kopo dibangun karena adanya hibah tanah dari seorang pengusaha.

"Ada seorang pengusaha yang menghibahkan tanahnya dan membuat jalan untuk membuka (akses) antara Jalan Cibaduyut dan Jalan Kopo," ujar Arief kepada Prfmnews, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Arief, jalan tersebut akan dibangun di atas tanah hibah seorang warga dengan luas 16 meter. Jalan tersebut, katanya, bukanlah jalan baru, melainkan jalan lama yang menjadi buntu karena banyaknya pembangunan sehingga DPU akan meneruskan jalan tersebut. 
"Ruas jalannya itu sekitar 16 meter yang akan mereka serahkan ke Pemerintah Kota dan akan kami sambungkan dengan yang sudah ada karena selama ini jalan itu mentok," ujarnya.

Menurutnya, jika jalan tersebut selesai dibangun, pengguna jalan dari Cibaduyut yang akan menuju Kopo atau sebaliknya tidak perlu lagi melintasi Jalan Soekarno-Hatta. 

"Masyarakat dari Cibaduyut, kalau ke Kopo (selama ini) menggunakan Jalan Soekarno-Hatta. Nanti, jalan ini kalau sudah selesai, akan terhubung sehingga masyarakat dari Cibaduyut atau masyarakat dari Kopo bisa menggunakan jalan itu. Tidak usah lagi ke Jalan Soekarno-Hatta," ujarnya.

Arief menyatakan, jalan penguhubung Cibaduyut dan Kopo tersebut tepat berada di bawah jalur SUTET. "Di Cibaduyut ada jalan yang di bawah jalur SUTET. Nah, SUTET itu kami ikuti terus. Saat ini sudah banyak huniannya di bawah SUTET. Itu nanti ada seorang pengusaha yang menghibahkan lahannya dan membangunkan jalannya untuk menghabungkannya ke Kopo," ujarnya.

Biang kemacetan

Salah seorang warga Cibaduyut, E Maulani, melalui Surat Pembaca Pikiran Rakyat pernah menyampaikan keluhan terkait kemacetan di Jalan Cibaduyut.

”Saya adalah warga Kopo, Kabupaten Bandung. Setiap hari, saya melewati akses Jalan Cibaduyut untuk beraktivitas. Seperti diketahui, ruas jalan ini seringkali macet. Namun, yang membuat saya heran, kemacetan panjang seringkali ’hanya’ dipicu oleh kendaraan yang parkir di pinggir jalan. Biasanya, dari arah Kabupaten Bandung, kemacetan mulai terjadi sejak dari bawah jembatan tol hingga lampu merah di perempatan Jalan Cibaduyut-Soekarno-Hatta,” katanya.

”Untuk menempuh jarak yang hanya 500 meter ke arah Kota Bandung, dibutuhkan waktu hingga sekitar satu jam. Setelah dilewati, penyebabnya seringkali hanya berupa mobil yang parkir di pinggir jalan. Seperti diketahui, ruas jalan ini cukup sempit untuk dilewati dua mobil secara bersamaan. Jadi, ketika ada mobil yang parkir di pinggir jalan, sudah pasti mobil harus berjalan ekstra pelan,” ujarnya.***
 

Baca Juga

Suhu Udara Bandung Mencapai Titik Terendah

BANDUNG, (PR).- Prakirawan BMKG Bandung Jadi Hendarmin menginformasikan, suhu udara di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya pada Rabu 4 Juli 2018 malam dan Kamis 5 Juli 2018 dini hari mencapai titik terendahnya yakni 17,6 derajat celsius.

Suhu Terendah Bandung Ternyata Bukan Hari Ini

BANDUNG, (PR).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengatakan, suhu dingin yang dirasakan di Bandung beberapa hari terakhir ini masih berada dalam kisaran normal.