Tiga Pasangan Peserta Pilwalkot Bandung 2018 Ditetapkan, SK Kosong Diprotes

Protes SK simbolis/ARIF HIDAYAH/PR
SALAH seorang pendukung cawalkot perorangan memprotes surat keputusan simbolis yang kosong usai berlangsungnya rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan calon dalam pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Bandung 2018-2023 di Kantor KPU, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, 12 Februari 2018. Kota Bandung hanya diisi tiga calon sementara kandidat perseorangan gagal lolos proses verifikasi.*

BANDUNG, (PR).- KPU Kota Bandung menetapkan tiga pasangan calon sebagai peserta dalam Pilwalkot Bandung 2018. Penetapan dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Pengumuman Penetapan Paslon Pilwalkot Bandung 2018 di Kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 12 Februari 2018.

Pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilwalkot Bandung 2018 yakni Oded M Danial-Yana Mulyana, Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat, dan Yossi Irianto-Aries Supriatna. Adapun pasangan perseorangan yang melaju hingga proses verifikasi faktual, Dony Mulyana Kurnia-Yayat Rustandi dinyatakan tidak lolos.

"Selanjutnya, pasangan calon akan kita perkenalkan melalui Simaung Show di GOR Pajajaran, besok (13 Februari 2018)," ujar Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok, di Kantor KPU Kota Bandung.

Rifqi menjelaskan, pasangan perseorangan dipastikan tidak lolos karena syarat pencalonan berupa dukungan minimal sekitar 110 ribu e-KTP tidak terpenuhi. Dari hasil verifikasi 116.970 dukungan KTP-el yang diberikan, hanya 7.037 yang memenuhi persyaratan. Sehingga dinilai masih kurang memenuhi syarat.

Dalam pengenalan ketiga pasangan calon tersebut‎, KPU Kota Bandung juga akan melakukan pengundian nomor urut di GOR Pajajaran mulai siang hingga sore hari.

Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat maju dengan diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat. Sementara Yossi Irianto-Aries Supriatna diusung oleh PDIP, Nasdem, Hanura dan PPP. Adapun pasangan Oded M Danial-Yana Mulyana diusung oleh PKS dan Gerindra.

SK kosong diprotes

Rapat pleno itu tidak dihadiri pasangan calon, hanya para penghubung (liaison officer/LO). Penghubung pasangan Dony Mulyana Kurnia-Yayat Rustandi pun melakukan protes lantaran map dari KPU Kota Bandung yang seharusnya berisi Surat Keputusan (SK) hasil penetapan ternyata kosong.

Anggota KPU Kota Bandung Apipudin mengatakan seluruh map yang diberikan pada penghubung memang kosong. Sebab SK asli membutuhkan waktu untuk diselesaikan, salah satunya untuk dicap.

"SK kan belum dicap, karena pada mau pulang maka diberi simbolis dulu untuk dokumentasi. Bukan berarti tidak memberikan SK resmi. Ini semua simbolis, semua penghubung juga belum kita beri," ujar Apipudin.

Di luar kantor KPU, sejumlah orang juga menyerukan dukungan bagi Dony-Yayat dan mengkritisi proses pendaftaran di KPU Kota Bandung. Dony juga masih belum menerima keputusan tersebut. Bagi dirinya, tidak hadirnya pasangan perseorangan di Pilkada Serentak 2018 merupakan pelanggaran terhadap perundan-undangan.***

Baca Juga

Bandung Butuh Penitipan Anak yang Dijamin Pemkot

BANDUNG, (PR),- Sambil halalbihalal bersama warga, pasangan Pilwalkot Bandung 2018 nomor urut 1, Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) terus bergerak turun ke masyarakat untuk menyosialisasikan program.

PSI Deklarasikan Dukungan untuk Yossi-Aries

BANDUNG, (PR).- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna kembali mendapat dukungan menjelang pencoblosan.

KPU Kota Bandung Sosialisasikan Pilwalkot Sambil Ngabuburit

BANDUNG, (PR).- Guna meningkatkan angka keikutsertaan warga dalam Pilwalkot Bandung, Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung menyelenggarakan sosialisasi yang bertempat di Mal Click Square, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu 3 Juni 2018.