Limbah 8 Perusahaan di Bandung Barat Diduga Cemari Sungai Citarum

Citarum lama/SAEDATUL FARIDAH
ANAK-ANAK bermain di dekat ekskavator yang mengeruk sampah dan endapan tanah di tepian Sungai Citarum Lama, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa 6 Februari 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Delapan perusahaan di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat diduga telah melakukan pelanggaran dengan membuang limbah ke Sungai Citarum. Hal itu diketahui berdasarkan inspeksi mendadak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat bersama dengan DLH Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu pekan lalu.

Kedelapan perusahaan tersebut, yaitu PT Senayan Sandang Makmur, PT Sinar Baskara Sejati, PT Hero Sekawan, PT Kencana Fajar Mulia, PT Central Texindo, PT Victory Pan Multitex, PT CGNP Mills, dan PT Daya Mekar Tekstindo. Sidak dilakukan pada dini hari sekitar pukul 1.00 WIB.

Kepala DLH Kabupatten Bandung Barat Apung Hadiat Purwoko didampingi Kasi Pengolahan Limbah B3 Nurjaman mengungkapkan, sidak dilakukan dengan mengambil sampel limbah buangan beberapa perusahaan tersebut. "Sekarang, sampel ini masih dikaji. Keputusannya nanti Kamis (8 Februari 2018), apakah perusahaan-perusahaan ini melanggar atau tidak," katanya, Rabu 7 Februari 2018.

Apung menuturkan, biasanya oknum perusahaan membuang limbah ke sungai pada malam hari agar tidak terlihat. Dengan demikian, pihaknya melakukan sidak malam hari agar ditemukan perusahaan-perusahaan mana saja yang melanggar.

Jika terbukti melanggar, pihaknya akan memberikan peringatan 1 sampai 3, pembinaan, hingga pencabutan izin perusahaan. Selama pemberian sanksi, perusahaan yang terbukti melanggar diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan, sehingga tidak mencemari sungai.

Apung menyebutkan, pada 2017 lalu juga ada 3 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap lingkungan dengan membuang limbah ke sungai. Namun, setelah diberikan peringatan dan pembinaan, akhirnya perusahaan tersebut mematuhi aturan yang sudah ditetapkan. 

"Ketiga perusahaan itu terbukti membuang ke sungai, lalu juga penyimpanan bahan beracun yang tidak sesuai standar. Karena perusahaan tersebut sudah memperbaiki, akhirnya sanksi dicabut," ujarnya.  

Dari Padalarang sampai Bekasi

Apung meminta kepada seluruh perusahaan agar mematuhi aturan dengan tidak membuang limbah ke sungai. Apalagi, saat ini pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi Sungai Citarum tengah fokus melakukan revitalisasi di bawah koordinasi Kodam III/Siliwangi.

Dia pun menyebutkan, ada 7 kecamatan yang dlintasi Sungai Citarum di Kabupaten Bandung Barat, yakni Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, Saguling, Cipatat, Cipendeuy, dan Cililin. Wilayah Bandung Barat termasuk di bagian tengah Citarum, sedangkan hulunya di Situ Cisanti,Kabupaten Bandung dan hilirnya di Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

 "Khusus KBB, ada 4 sektor yang menjadi titik pembersihan, mulai dari Curug Jompong-Saguling, Saguling-Jembatan Rajamandala, Jembatan Rajamandala-Cipendeuy serta terakhir di kawasan Cipendeuy. Titik tersebut ditentukan oleh Kodam yang nantinya setiap titik akan dipimpin oleh perwira tinggi setingkat kolonel," ujarnya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna sebelumnya mengungkapkan, pemerintah provinsi juga menggalakkan program Citarum Bestari untuk merevitalisasi sungai terpanjang di Jawa Barat itu. Ia menargetkan, dalam 10 tahun ke depan Sungai Citarum bersih.

Sungai Citarum ini sangat vital tak hanya bagi masyarakat Jawa Barat, tetapi juga nasional. Kita ketahui, Citarum ini memasok listrik dan juga pangan nasional," katanya.***

Baca Juga