PKL Kukuh Berjualan di Depan Pasar Panorama Lembang

Pasar Panorama Lembang/DEDEN IMAN/"PR"
SAMPAH sisa pembongkaran lapak pasar lama yang didirikan di terminal Lembang dan sebagian Jalan Kayu Ambon berserakan di Pasar Panorama, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu, 17 Januari 2018. Rencananya Dinas Perhubungan KBB akan mulai melakukan penataan di kawasan terminal tersebut agar bisa diaktifkan kembali.*

NGAMPRAH, (PR).- Pengelola Pasar Panorama Lembang, PT Bangunbina Persada ingin ada penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan pasar atau di pinggir Jalan Panorama, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di lain pihak, para PKL bersikukuh akan terus berjualan di depan pasar.

Direktur PT Bangunbina Persada Engkus Kusnadi mengklaim, seluruh pedagang lama sudah tertampung di gedung pasar yang baru. Walaupun kamar dagang di pasar sedikit berkurang dari 2.470 menjadi 2.400 unit, Engkus menyatakan ada penambahan 130 kamar dagang untuk para PKL.

"Data eksisting itu hampir 2.470 unit. Kami membangun 2.400 unit, lalu ada lebih 130-an. Lebih 130-an itu bilamana PKL itu tidak tertampung, di situ sudah harus terdaftar," kata Engkus, seusai rapat dengan unsur muspika dan instansi terkait di Kantor Kecamatan Lembang, Senin, 29 Januari 2018.

Kendati demikian, dia mengakui, ada sekitar 30-40 PKL yang enggan membeli kamar dagang di pasar yang baru. Kini para PKL itu akhirnya berjualan di depan pasar. "Mereka juga bukan tidak ditawari, ditawari oleh saya. Namun, mereka tidak mau beli, karena dia jualan malam," katanya.

Engkus berharap, instansi terkait di Pemkab Bandung Barat dapat melakukan tindakan tegas kepada para PKL yang berjualan di depan pasar. "Tidak boleh. Kasihan dong pedagang eksisting, yang 2.247 sudah beli tempat di pasar," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kamtribmas Satpol PP Bandung Barat Agus Mulya menyatakan, pihaknya tak bisa langsung melakukan penertiban terhadap para PKL. Pasalnya, harus ada surat bantuan untuk penertiban dulu dari instansi terkait. Setelah itu, prosedur penertiban baru dilaksanakan.

"Ini kan bukan menyangkut Dinas Perindustrian dan Perdagangan saja, ada Dinas Perhubungan, atau dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Nanti menyurati ke kami. Setelah didata dulu, disosialisasikan, kami kasih surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Kalau surat peringatan ketiga masih tetap, ya kami lakukan penertiban," katanya.

Menunggu ditanggapi

Terpisah, seorang PKL, Gayuh (42) menyatakan masih akan terus berdagang di depan pasar hingga aspirasinya untuk mendapat tempat jualan ditanggapi. Dia pun menyayangkan bahwa para PKL justru tak diajak dalam rapat yang digelar di kantor kecamatan.

"Kami masih akan terus dagang, dari malam sampai pagi, karena kami juga harus cari uang buat makan. Kalau dibilang seluruh pedagang lama sudah mendapat tempat di pasar, saya kan pedagang lama tapi belum dapat tempat," katanya.

Dari sekitar 150-170 pedagang yang tidak kebagian tempat di pasar, menurut dia, beberapa pedagang juga punya izin pemilikan kios dan izin pemilikan los. "Makanya, kalau kami dibilang melanggar aturan karena berjualan di pinggir jalan, kami juga kan sudah dilanggar duluan," ujarnya.***

Baca Juga

Karyawan Bank Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Lembang

NGAMPRAH, (PR).- Kematian janda bernama Ela Nurhayati (42) menggemparkan warga di sekitar Kampung Pangragajian, RT 3, RW 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 September 2018 siang.