Sanjung Kabupaten Bandung, Dedi Mulyadi juga Kemukakan Cara Bikin Citarum Bersih

Dedi Mulyadi/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
CALON Wakil Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat menghadiri acara ulang tahun Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu 13 Januari 2018.*

SOREANG, (PR).- Bakal calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berpandangan Kabupaten Bandung sangat penting bagi urat nadi Jabar. Hal ini disampaikannya saat menghadiri ulang tahun Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Naser pun mengemukakan warga desa ini sangat mendukung Dedi Mulyadi untuk‎ menjadi Wakil Gubernur Jabar. "Kami dukung Kang Dedi dan siap memenangkan, tidak hanya dari Desa Gunung Leutik saja," ucapnya.

‎Sebagai salah satu kandidat dalam PIlgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi menyatakan pentingnya Bandung sebagai urat nadi kehidupan di Jabar. "Kita tahu hulu Sungai Citarum berada di Kabupaten Bandung. Makanya jika tanpa Kabupaten Bandung, tak akan ada Purwakarta, Karawang, karena daerah tersebut dialiri Sungai Citarum," ucapnya.

Sehingga kata Dedi, perlu ada penanganan khusus dari Sungai Citarum ini. Cara yang dilakukan adalah dengan menata sungai ini dengan pendekatan pariwisata. "Dengan APBD Provinsi Jabar senilai 35 triliun, warga sekitar sungai bisa dijadikan tenaga harian lepas.‎ Selain itu rumah-rumah di bantaran sungai bisa dijadikan tempat wisata," ucapnya.

Caranya kata Dedi, rumah-rumah di bantaran sungai, jangan membelakangi Citarum. Dia megatakan, jika rumah membelakangi sungai, justru Citarum akan dijadikan ‎tempat untuk BAB. "Kalau tidak membelakangi, warga akan sama-sama menjaga sungai. Provinsi juga akan membantu pembangunannya," ucapnya. Dia juga mengemukakan, rumah-rumah di bantaran sungai nantinya bisa dijadikan rumah singgah.

Dengan begitu, Dedi berharap dengan program tersebut, sungai yang dijuluki sungai terkotor di dunia ini akan bersih. "Citarum itu adalah sarana kehidupan di Tatar Sunda yang harus dijaga bersama," ucapnya.

Lebih seabad

Sementara itu, Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung sudah ada sejak 1883 (135 tahun). Desa ini memiliki sejarah yang berhubungan kental dengan Tatar Sunda. Terutama saat dit‎emukannya situs-situs batu yang diduga menjadi peninggalan sejarah berdirinya kerajaan di desa ini.

"Saya sebagai kepala desa yang ke-20, sangat berterima kasih pada Kang Dedi yang telah hadir ke 'milangkala' desa kami yang ke 135," kata Kepala Desa Gunung Leutik, Agus Hamdani, di depan Kantor Desanya, pada Sabtu 13 Januari 2018.

Agus menyatakan sejarah Sunda sangat kental di desa yang sudah ada lebih dari satu abad itu. Seperti diketahui di desa ini ada sebuah situs batu berusia ratusan tahun bernama situs batu cula.

Kasi Pemerintahan Desa Gunung Leutik, Syarip Hidayat Tulloh menambahkan selain desa ini merupakan desa yang padat. Di desa ini terdapat hampir 11.800 warga dengan jumlah DPT yang sekira 9.000 orang.***

Baca Juga

Golkar Hindari Polemik Tak Sesuai Mekanisme

BANDUNG, (PR).- Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, partainya memastikan Dedi Mulyadi menjadi calon Gubernur Jawa Barat.

Dadang Naser Siap Menangkan 2DM

PURWAKARTA, (PR).- Jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung menegaskan kesiapannya memenangkan pasangan ‘2DM’ di Pilgub Jawa Barat pertengahan tahun ini.

Dedi Mulyadi Temui Pedagang Kaos Persib

BANDUNG, (PR).- Setelah mendeklarasikan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Sasana Budaya Ganesha, Dedi Mulyadi bertolak ke Stadion Sidolig, Kota Bandung.

Koalisi Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar Mewujud

BANDUNG, (PR).- ‎Calon Gubernur dari Partai Golkar dan Partai Demokrat setuju bergabung membentuk koalisi "Sajajar" untuk membangun Jawa Barat yang lebih baik.