Antisipasi Informasi Negatif, Ini Mesin Pemenangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan

Tb Hasanuddin-Anton Charliyan/NOVIANTI NURULLIAH/PR
Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin dan Anton Charliyan bersilaturahmi ke sesepuh masyarakat Jawa Barat, Solihin Gautama Purwanegara. Mereka meminta restu untuk berlaga pada kontestasi Pemilihan Gubernur Jabar 2018.*

BANDUNG, (PR).- Dimotori kalangan muda, Banteng Muda Indonesia (BMI) Jawa Barat siap menjadi mesin pemenangan pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, atau pasangan Hasanah. Perkembangan media sosial menjadi salah satu bidikan organisasi sayap partai ini. Langkah tersebut dinilai perlu untuk menangkal berbagai potensi informasi negatif.

"BMI mayoritas adalah generasi muda yang kreatif dan inovatif, termasuk juga aktif di media sosial. Nantinya mereka akan mengantisipasi informasi-informasi negatif," ujar Ketua BMI Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, saat peresmian Posko Pemenangan BMI untuk Pilgub Jabar 2018 di Jalan Jakarta Kota Bandung, Minggu 14 Januari 2018.

Dia mengatakan, di tengah derasnya arus informasi, perkembangan media sosial perlu menjadi salah satu perhatian. Bukan tidak mungkin ada kalangan tertentu yang menggunakannya untuk menjatuhkan kandidat lain termasuk Tb Hasanuddin-Anton Charliyan. Itu sebabnya, kader BMI harus memiliki kemampuan memadai dalam menyikapi informasi yang tidak bertanggungjawab. 

Sebagai tindak lanjut, pelatihan akan diberikan sebagai pembekalan. "Kita akan optimalkan komunitas BMI, terutama cyber army untuk mengantisipasi serangan serangan black campaign di media sosial. Untuk itu kita akan menggelar pelatihan khusus cyber army," kata Ineu.

Sayap partai unggulan

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai sebuah organisasi, BMI Jawa Barat berkomitmen untuk memenangkan pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan. Pendirian Posko menjadi simbol untuk memantapkan langkah tersebut. "Saat ini BMI meresmikan posko pemenangan untuk Jawa Barat. Artinya resmi hari ini teman-teman BMI akan berjuang all out untuk pemenangan pasangan Hasanah di Pilgub Jawa Barat 2018," katanya.

Dia mengatakan, BMI memiliki struktur jaringan hingga tingkat kabupaten kota. Hal itu menjadi modal untuk menarik dukungan dari khalayak. Selain menjadi mesin penggalangan suara untuk pasangan Hasanah, pada saat yang sama BMI juga mempersiapkan kemenangan untuk pemilihan kepala daerah di tingkat kota dan kabupaten.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pasangan Hasanah, Abdy Yuhana mengatakan, BMI merupakan salah satu sayap partai yang diunggulkan. Dia optimistis keberadaannya mampu berkontribusi besar untuk mendukung pemenangan.

Kalangan muda yang tergabung dalam BMI Jawa Barat menjadi salah satu tumpuan untuk aktif di media sosial, termasuk menangkal informasi negatif. "Kami berharap BMI mampu mengklarifikasi dan menarik simpati bagi pemilih untuk memilih Hasanah," katanya.***

Baca Juga

Kang Hasan Sebut Habibie Reformis Sejati

ERA reformasi ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto sebagai simbol Orde Baru 20 tahun silam, pada 21 Mei 1998. Berbagai polemik dan intrik politik mewarnai era baru yang dimulai sejak diangkatnya BJ Habibie sebagai presiden.

Hasanah Yakin Ungguli Suara Pilgub Jabar 2018 dengan Angka 33 Persen

BANDUNG, (PR).- Sekitar dua pekan menjelang hari pemilihan, pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan Amanah (Hasanah) optimistis bisa mengungguli tiga kandidat lain. Hal itu berkaitan dengan hasil pengumpulan data berupa sensus oleh kader di seluruh daerah di Jawa Barat.

Hasanah Siapkan Strategi Pintu ke Pintu

SEKITAR tiga pekan menjelang hari Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan Amanah (Hasanah) menyiapkan strategi dari pintu ke pintu.