Punya Piranha Hingga Aligator, Pejabat Ini Baru Tahu Ikan Invasif Itu tak Boleh Dipelihara

Ikan invasif/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
WAKIL Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jabar wilayah Bandung Dedy Arief Hendriyanto menebar ikan jenis aligator koleksi pribadi Ngatiyana di kolam Kantor BKIPM Bandung Jalan Ciawitali Kota Cimahi, Jumat, 12 Januari 2018. Aligator termasuk spesies ikan invasif yang berbahaya dan dilarang masuk ke perairan karena dapat memangsa ikan endemik Indonesia.*

CIMAHI, (PR).- Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana sudah setahun memelihara ikan sapu-sapu, aligator, dan ikan piranha. Dia baru mengetahui hewan-hewan tersebut termasuk jenis ikan invasif, tidak boleh dipelihara, dan tidak boleh masuk ke Indonesia. Pasalnya ikan-ikan tersebut dapat membahayakan ekosistem. Mereka bisa menyebabkan ikan endemik asli perairan Indonesia punah.

Spesies ikan peliharaan yang berbahaya tersebut pun diserahkan ke Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) perwakilan Jawa Barat di Jalan Ciawitali Kota Cimahi, Jumat, 12 Januari 2018.

Jenis ikan yang diserahkan terdiri dari 3 ekor ikan Sapu-sapu (Hypostosmus sp), 7 ekor ikan piranha (Pygocentrus Nattereri), dan 7 ekor Alligator Gar (Atractasteus Spatula). Selanjutnya ikan tersebut akan menjadi koleksi BKIPM untuk dimanfaatkan dalam upaya edukasi kepada masyarakat.

Ngatiyana mengatakan dirinya membeli ikan-ikan tersebut di tempat umum. "Awalnya beli setahun lalu sebesar jempollah kecil-kecil, lama-lama membesar. Pelihara ikan memang karena saya suka, anak-anak suka," ujarnya.

Ikan dipakai untuk edukasi

Setelah berkomunikasi dengan BKIPM bahwa ikan yang dipelihara termasuk jenis invasif, lanjut Ngatiyana, dirinya langsung berniat menyerahkan ikan-ikan tersebut. "Enggak berat kok saya serahkan, lebih baik di BKIPM sehingga bisa dipakai edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Ini berawal dari ketidaktahuan dan dampak negatif kalau memelihara ikan ini berbahaya," ungkapnya.

Keberadaan ikan invasif, lanjut Ngatiyana, bisa membahayakan dan mengancam kehadiran ikan endemik lokal di Kota Cimahi. "Saya mengimbau masyarakat agar tidak memelihara dan jangan melepas ke perairan umum. Serahkan saja ke BKIPM kalau sudah terlanjur memelihara seperti saya," katanya.

Kepala BKIPM Perwakilan Jawa Barat Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, ikan invasif dilarang masuk ke Indonesia sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI (Permen KP) no. 42 tahun 2014. "Ada 152 jenis ikan invasif yang dilarang masuk ke Indonesia, termasuk diantaranya ikan sapu-sapu, ikan aligator, dan arapaima," ujarnya.

Musnahkan saja

Ikan sapu-sapu banyak dipelihara karena kebiasaannya yang menempel di kaca aquarium dan memakan lumut sehingga kaca menjadi bersih. Ikan sapu-sapu menyerap juga bahan yang mengandung logam berat dan merkuri, sehingga tidak boleh dikonsumsi karena akan berbahaya bagi tubuh.

"Ikan sapu ini kuat dalam segala kondisi, justru ini membahayakan ekosistem karena ikan-ikan lain tidak bisa tahan," ucapnya. 

Banyak jenis ikan invasif sudah ada di Indonesia sejak aturan dibuat. "Maka tidak boleh kemana-mana. Jika dipelihara di aquarium silakan saja, tetapi harus dikontrol. Misalnya kalau pas ikan itu bertelur, telurnya jangan ikut dibuang ke perairan umum,” terangnya.

Lebih lanjut Dedy mengimbau kepada masyarakat yang memiliki ikan invasif untuk dimusnahkan saja, bahkan beberapa di antaranya kemungkinan berbahaya bagi manusia.

"Seperti ikan aligator diketahui ada yang memangsa manusia saat lapar. Kita terus sosialisasikan agar aturan ini makin tersebar luas dan diketahui masyarakat," tuturnya.***

Baca Juga

BNN Kota Cimahi Mendapati Pelajar Bawa Pil Terlarang

CIMAHI, (PR).- Masyarakat perlu mewaspadai peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan pelajar. Lingkungan sekolah menjadi sasaran peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Warga Miskin Bisa Akses Bantuan Hukum

CIMAHI, (PR).- DPRD Kota Cimahi mencapai kesepakatan dengan Pemkot Cimahi untuk membuka akses bantuan hukum bagi warga miskin. Caranya dengan membuat Perda Bantuan Hukum bagi Warga Tidak Mampu.

Ada Jaminan Keamanan, Pedagang Ayam Lega Berjualan

CIMAHI, (PR).- Para pedagang ayam dan bandar daging ayam di pasar tradisional Kota Cimahi merasa lega. Kelegaan ini karena adanya jaminan keamanan berdagang dalam 3 hari mendatang.