Bandung Barat Siapkan 3 Lokasi TPS Baru

Sampah Saat Liburan/DEDEN IMAN/PR
TUMPUKAN sampah yang belum diangkut di Jalan Lembang-Maribaya, Kampung Sukahaji, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 26 Desember 2017.*

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana membangun tiga tempat pembuangan sampah akhir (TPA) lokal di Kecamatan Cililin, Lembang, dan Cipatat. Pembangunan TPA lokal ini untuk menampung sampah dari sejumlah daerah yang belum terlayani.

Seperti diketahui, Kabupaten Bandung Barat setiap hari memproduksi sampah sekitar 450 ton, tetapi yang terangkut petugas kurang dari setengahnya. Dengan dibangunnya TPA lokal ini, diharapkan semua daerah terlayani karena lokasi TPA lebih dekat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko mengatakan, pembangunan TPA lokal ini juga untuk mengurangi pembuangan sampah ke TPA Legoknangka di Nagreg, Kabupaten Bandung setelah berakhirnya operasional TPA Sarimukti pada 2020 nanti. Sebab, ongkos buang (tipping fee) di TPA Legoknangka 7 kali lipat dibandingkan dengan TPA Sarimukti.

"Tipping fee ke TPA Sarimukti itu Rp 50.000/ton, sedangkan tipping fee ke Legoknangka naik 7 kali lipatnya yakni Rp 340.000/ton. Artinya, jika TPA lokal bisa menampung sampah, bisa menghemat biaya operasional pembuangan sampah ke Legoknangka," ujarnya, Jumat 12 Januari 2018.

Bahan baku semen

Selain untuk mengurangi volume sampah, lanjut Apung, TPA lokal ini dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, sampah yang di buang ke TPA lokal itu akan diolah menjadi bahan bakar pabrik pembuatan semen.

"Pengelolaan TPA lokal itu rencananya akan menggunakan teknologi dinamo yang akan menghasilkan sampah menjadi bahan bakar semen. Nantinya, bahan bakar dari sampah ini akan dijual ke pabrik pembuatan semen di Cirebon," ujarnya.

Saat ini, proses pembanguan TPA Lokal itu sedang dalam tahap pembebasan lahan. Untuk satu lokasi TPA, dibutuhkan lahan sekitar 4,5 hektare. Dari tiga lokasi yang direncanakan, baru tersedia lahan di Pasirbuluh, Lembang.

Untuk mengatasi masalah sampah di KBB, Apung juga meminta partisipasi dari pemerintah desa dan kecamatan, yakni dengan membentuk badan usaha milik desa (Bumdes) khusus untuk pengolahan sampah. Selain untuk meminimalisasi pembuangan sampah ke TPA, keberadaan Bumdes juga bisa menjadi unit usaha baru di desa.

"Sejauh ini memang sudah ada beberapa desa yang punya bank sampah. Namun, akan lebih efektif lagi jika dibentuk lembaga di bawah Bumdes, sehingga ada legalitasnya," ujar Apung.

Dia menambahkan, pengelolaan sampah nantinya menggunakan konsep 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (memanfaaatkan), dan recycle (mendaur ulang) sampah. Dengan metode ini, diharapkan hanya limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang dibuang ke TPA.***

Baca Juga

Liburan Datang, Sampah Lembang Menggunung

NGAMPRAH, (PR).- Lonjakan jumlah wisatawan pada libur panjang Natal kali ini dipastikan membawa peningkatan volume sampah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Lima Rumah di Sarimukti Ludes Terbakar

NGAMPRAH, (PR).- Kebakaran meludeskan 5 rumah milik warga RT 2, RW 1, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 24 Desember 2017 sekitar pukul 21.00 WIB.