PDIP Kab. Bandung Minta PNS dan TNI/Polri Jaga Netralitas

HUT Ke-45 PDIP di Kabupaten Bandung/USEP USMAN NASRULLOH/PR
ANGGOTA DPRD Kabupaten Bandung dari PDI Perjuangan, Yayat Sumirat, memberikan pertanyaan kepada masyarakat pada Gelar Seni dan Budaya dalam rangka HUT ke-45 PDIP di Alun-alun Ciparay, Jalan Raya Laswi, Kabupaten Bandung, Rabu 10 Januari 2018.*

SOREANG, (PR).- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung meminta aparatur sipil negara (ASN) atau PNS serta TNI/Polri bersikap netral dalam Pilgub Jabar 2018. Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) maupun isu SARA (suku agama ras dan antargolongan) yang hanya akan memecah belah bangsa.

"Kami mendapatkan target pemenangan pasangan Tb. Hasanuddin dan Anton Charliyan sebesar 25 persen dan optimistis bisa tercapai," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung, Wewen Winarni. Ia ditemui di sela-sela peringatan ulang tahun ke-45 PDI Perjuangan di Alun-alun Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu 10 Januari 2018.

Peringatan ulang tahun itu dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional, senam, dan berbagai hiburan untuk kader dan warga. PDI Perjuangan juga menggelar aksi sosial berupa pengobatan kesehatan gratis dan pengasapan (fogging) nyamuk.

Lebih jauh Wewen menyatakan, PDI Perjuangan Kabupaten Bandung sudah memiliki modal suara sebanyak 17 persen setara 9 kursi dalam Pemilihan Legislatif 2014 lalu. "Kalau target memenangkan Pilgub Jabar sebesar 25 persen, maka kami tinggal menambah sekitar 9 persen. Insya Allah kami optimistis target bisa tercapai," ujarnya.

Apalagi saat ini mesin partai sudah mulai bekerja sampai ke tingkat desa/kelurahan bahkan RW dan RT. "Belum lagi dengan Pak Tubagus Hasanuddin dan Pak Anton memiliki komunitas tersendiri yang akan membantu untuk memenangi pilgub," ujarnya.

Polisi dan mantan kapolda

Sedangkan Ketua PAC PDIP Kecamatan Ciparay, Yayat Sumirat, meminta agar kalangan PNS, dan TNI/Polri harus bersikap netral dalam Pilgub Jabar. "Kalau Pak Anton sendiri pasti pensiun dari Polri setelah resmi menjadi calon wakil gubernur. Pak Anton tidak akan memanfaatkan institusi Polri meski sebelumnya menjabat Kapolda Jabar," katanya.

Dia menambahkan, agar Pilgub Jabar yang aman dan kondusif, maka warga harus mewaspadai maraknya berita bohong dan SARA dengan menyudutkan para calon gubernur dan wakilnya.

"Di Jawa Barat ini tak mempan memainkan isu-isu SARA. Kalau ada pihak yang menyebarkan hoaks atau isu SARA akan kami langsung laporkan ke pihak berwajib," katanya didampingi Ketua PAC PDIP Kecamatan Bojongsoang, Syarifuddin.***

Baca Juga

Perindo Dukung Pasangan 2DM

BANDUNG,(PR).- Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengklaim mendapat dukungan tambahan dari partai lain, partai baru yang tidak memiliki kursi di DPRD.