Natal dan Tahun Baru Berlalu, Harga Ayam Masih Tinggi

Daging Ayam/RIRIN N.F/PR
Meski perayaan Natal dan Tahun Baru telah usai, namun harga daging ayam, daging sapi, telur maupun kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) lain di pasar tradisonal Kota Cimahi masih tinggi.*

CIMAHI, (PR).- Meski perayaan Natal dan Tahun Baru telah usai, namun harga daging ayam, daging sapi, telur maupun kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) lain di pasar tradisonal Kota Cimahi masih tinggi. Hal itu disebabkan kekurangan pasokan sehingga menekan harga terus naik.

Pantauan "PR" di Pasar Atas Baru Jalan Kolonel Masturi Kota Cimahi, Rabu, 3 Januari 2018, harga daging ayam broiler pada jelang tahun baru harganya berkisar Rp.40.000/kg bertahan hingga sekarang, telur Rp 26.000/kg, serta ikan.

Sedangkan harga daging sapi tetap stabil pada angka Rp.110.000/kg. Harga berbagai jenis sayuran mulai berangsur turun seperti cabai rawit semula mencapai Rp 60.000/kg menjadi Rp 45.000/kg.

Pedagang daging ayam, Neni (40), mengatakan, harga jual yang masih tinggi disebabkan berkurangnya stok ayam di pasaran. "Minta pasokan 3 kuintal hanya dikirim 2 kuintal. Barang cepat habis, masih siang sudah tutup, " ujarnya.

Masih tingginya harga ayam yang diambil dari Tasikmalaya dan Sumedang itu karena ketersediaan yang mengalami kendala. "Mungkin permintaan meningkat, jadi barangnya langka. Belum lagi ongkos kirimnya terkendala kemacetan," katanya.

Untuk ikan laut, rata-rata kenaikan harga Rp 10.000-20.000 perkilogram. Ikan tenggiri naik dari Rp 60.000 jadi Rp 70.000, ikan gambung dari Rp 36.000 jadi Rp 42.000, udang Rp 60.000 jadi Rp 70.000, cumi-cumi naik dari Rp 50.000 jadi Rp 60.000, ikan bawal naik dari Rp 80.000 jadi Rp 100.00p dan ikan kakap dari Rp 65.000 jadi Rp 70.000.

“Cuma ikan patin yang stabil harga Rp 28.000/kg, ” tutur Dadang Daryana, pedagang ikan laut.

Dikatakannya, naiknya harga ikan akhir-akhir ini dikarenakan kondisi alam masih buruk. Jika cuaca di laut masih buruk, kemungkinan harga ikan pun akan tetap tinggi.

“Kalau pasokan aman, tapi harga ya naik,” ucapnya.

Monitoring harga pasar

Pembeli, Nining (32), mengatakan, harga daging ayam memang terbilang masih mahal. "Mahal sih ya tapi bagaimana kalau butuh dibeli. Kalau murah tapi barangnya enggak ada bagaimana juga," katanya.

Meski demikian, dia berharap harga kepokmas tidak terus naik. "Kalau bisa ya jangan kemahalan biar tetap terjangkau. Perasaan masih mahal sejak sebelum tahun baru belum turun-turun," ungkapnya.

Staf Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi Dini Andriani mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring harga pasaran kepokmas.

"Harga komoditas lain sudah berangsur-angsur turun, hanya harga daging ayam masih cukup tinggi. Monitoring dilakukan seminggu 2 kali, kenaikannya masih terpantau dibawah 10%," ujarnya.

Apabila kenaikan berlangsung di atas 20% harga normal, dinas terkait baru akan melakukan tindakan. "Kita menunggu petunjuk lanjutan dari pimpinan, sejauh ini masih kondusif. Pasokan aman, kebutuhan masyarakat masih terpenuhi," tuturnya.***

Baca Juga

Harga Cabai dan Daging Ayam di Cimahi Naik

CIMAHI, (PR).- Inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mendapati harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) naik di Kota Cimahi, Minggu, 31 Desember 2017.

Harga Beras Melonjak, Pemprov Jabar Gelar Bazar Murah di Cimahi

CIMAHI, (PR).- Harga komoditas beras di pasaran Kota Cimahi terus melejit hingga warga mengalami penurunan daya beli. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jabar bekerjasama dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menggelar