Denta Irawan Bantah Dilengserkan dari Jabatan Ketua DPC PDIP Cimahi

RIRIN NF/PR
Ketua DPC PDIP Kota Cimahi, Denta Irawan (kiri).

CIMAHI, (PR).- Denta Irawan mengklaim belum pernah mendapat pemberitahuan telah diberhentikan dari jabatan Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Cimahi sekaligus membantah pernyataan Achmad Gunawan. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan DPP PDI-Perjuangan, termasuk menetapkan pelaksana tugas (Plt) jika ketua diberhentikan atau jabatannya kosong.

Hal itu diungkapkan Denta, Rabu 3 Januari 2018. "Terkait dengan kabar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi diberhentikan, sampai dengan saat ini saya blm pernah diberitahu telah diberhentikan dari jabatan Ketua DPC, apalagi soal Plt. Sejauh ini saya masih berkomunikasi dengan jajaran DPD dan DPP partai," ujarnya.

Pergantian Denta dan penetapan Ketut Sustiawan sebagai pimpinan tertinggi PDI-P di Kota Cimahi diungkapkan Achmad Gunawan yang juga merupakan politisi PDIP Kota Cimahi, usai menghadiri pelantikan Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Cimahi, di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jalan Dra. Djulaeha Karmita Kota Cimahi, Minggu 24 Desember 2017. Agun menyatakan Ketut Sustiawan ditunjuk menjadi Plt. Ketua DPC PDI-P Kota Cimahi menggantikan Denta Irawan yang dinilai indisipliner.

Menurut Denta, mengacu pada AD/ART PDI-Perjuangan pasal 49 tentang pemberhentian, pembekuan atau pembebastugasan di level DPC dan DPD adalah kewenangan DPP Partai. "Maka apa yang menjadi pernyataan Achmad Gunawan yang juga ketua DPRD di media sebelumnya tidak berdasar. Bukan kewenangan di level Agun untuk menjelaskan hal seperti ini, bukan kapasitasnya, jadi istilahnya pernyataan tersebut asal bunyi (asbun-red)," ungkapnya.

Indisipliner

Denta menyesalkan pernyataan Agun tersebut, sebagai Ketua DPRD Kota Cimahi harus menjaga kehormatan karena mengemban amanat rakyat. "Jangan sampai orang bilang Ketua DPRD Kota Cimahi asbun, malu dong. Ketua DPRD itu ya mestinya yang baik-baik ajalah, santun, dan mengerti peraturan," katanya.

Apalagi, jabatan Agun di tubuh DPC PDI-Perjuangan Kota Cimahi berada pada tataran Wakil Ketua Bidang/Komandan Unit. "Ketua DPD PDI-P Jabar Mayjen Purn TB Hasanuddin sering ajarkan saya, jika di dalam struktur teritorial TNI Ketua DPC itu setingkat Dandim, mana mungkin Komandan Unit melangkahi kewenangan Dandim. Mestinya beliau sadar akan hal itu," imbuhnya.

Terkait tudingan indisipliner, menurut Denta, hanya Badan kehormatan DPP PDI-P yang dapat menyampaikan hal tersebut kepada tingkatan DPC. "Hingga saat ini belum ada yang menyatakan secara resmi saya melakukan pelanggaran disiplin," ujarnya.

Tugas partai

Meski demikian, lanjut Denta, diakui dirinya tidak dapat hadir pada beberapa kegiatan partai. "Ada beberapa kegiatan partai yang tidak dapat dihadiri karena saya juga memikul tanggungjawab sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Rakyat Minyak dan Gas Bumi (Hiswara Migas) Indonesia yang saat ini sedang berkonsolidasi membentuk kepengurusan di daerah. Hal itu perlu banyak waktu untuk keliling Nusantara sambangi kepala daerah terutama Bupati se-Indonesia untuk sukseskan UKM dan BUMDES dibidang Migas, untuk sukseskan amanat Presiden RI," katanya.

Sebagai kader ideologis, Denta mengklaim tidak mau tugas partai terbengkalai. Selama ini tugas partai diakuinya dilaksanakan secara tulus didasari kewajiban bukan mengharap balasan. 

"Mandat yang saya terima sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Cimahi diberikan oleh DPP PDI-P. Maka dari itu, saya tengah memohon ijin kepada DPP untuk mundur dari jabatan partai. Hal ini semata karena tidak ingin tugas partai terbengkalai akibat kesibukan," tuturnya. 

Ketut Sustiawan

Berita "PR" sebelumnya, Achmad Gunawan yang juga merupakan politisi PDIP Kota Cimahi, menyatakan Ketut Sustiawan menggantikan Ketua DPC PDI-P Kota Cimahi Denta Irawan yang dinilai indisipliner.

"Keputusan tersebut melalui rapat pleno DPD PDIP Jabar tiga hari yang lalu. Diputuskan Pak Ketut di utus ke sini (Cimahi) sebagai Plt Ketua DPC PDIP. Penunjukan itu sudah melalui mekanisme dan aturan partai. Tidak ujug-ujug," ujar nya.

Achmad yang akrab disapa Agun yang turut menjabat Ketua DPRD Kota Cimahi itu mengatakan, penunjukan Ketut sebagai Plt disebabkan karena masalah disiplin partai yang dilakukan Denta Irawan. Dia dianggap indisipliner karena selama tiga bulan tidak melakukan laporan kepada DPD PDIP Jabar.

"Sampai laporan ke KPU urusan Pemilu 2019 pun Denta tidak ada," jelasnya.

Terkait pelanggaran indisipliner yang dilakukan Denta, Agun enggan membeberkan. "Pergantian ini apakah ada pelanggaran yang dilakukan, yang saya ketahui tidak ada pelanggaran secara hukum karena dia bukan tersangka, bukan terdakwa dan tidak ada kasus berstatus inkrah di pengadilan. Mungkin kekurangan dia di disiplin partai," ucapnya.

Saat disinggung keberadaan Denta Irawan saat ini, Agun mengatakan belum mendapat kabar. 

"Belum ada informasi secara resmi baik ke DPD atau ke DPC. Hanya saya dengar sudah ada di Cimahi tapi saya belum ketemu," katanya.

Sementara

Keberadaan Ketut di PDIP Kota Cimahi bersifat sementara karena saat ini Ketut juga memegang jabatan Wakil Ketua DPD PDIP Jabar. Dalam aturan partai, kedudukan Plt paling lama tiga bulan dan setelah itu akan dipilih ketua definitif.

Kendati demikian, lanjut Agun, untuk jajaran kepengurusan di DPC PDIP Kota Cimahi tidak ada pergantian. Namun Agun mengklaim diperintah Ketut untuk membentuk badan dan sayap partai dalam upaya pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 yang akan datang. "Pak Ketut yang jadi komando. Jangan sampai DPC PDIP Cimahi tidak ada komando untuk memenangkan calon pasangan yang nanti diusung oleh PDIP di Pilgub Jabar, kita semua harus bergerak," katanya.***

Baca Juga

Warga Minta Taman Vertikal di Pemukiman Bisa Dioptimalkan

CIMAHI, (PR).- Keterbatasan lahan membuat Pemkot Cimahi membangun taman lingkungan di tengah pemukiman. Masyarakat berharap penempatan taman bisa mengikuti kebutuhan di lingkungan sehingga fungsi taman lingkungan bisa dioptimalkan.

Kebakaran Melanda Rumah Tempat Usaha Laundry

CIMAHI, (PR).- Satu unit rumah warga milik Dana (75) di Jalan Trowulan 1 RT 4/RW 21 Kompleks Pharmindo Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi nyaris musnah terbakar, Jumat, 12 Januari 2018.

Harga Cabai dan Daging Ayam di Cimahi Naik

CIMAHI, (PR).- Inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mendapati harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) naik di Kota Cimahi, Minggu, 31 Desember 2017.