Butuh Sepekan untuk Bersihkan Sampah Tahun Baru

TPA Sarimukti/DEDEN IMAN/PR
WARGA mencari sampah yang masih bisa didaur ulang di Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sarimukti seluas 25 hektare, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 17 Februari 2017 lalu.*

NGAMPRAH, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat butuh waktu sepekan untuk membersihkan sampah sisa perayaan  dan liburan Tahun Baru kemarin. Hal itu seiring dengan meningkatnya volume sampah hingga 50 persen.

"Ada 22 personel tambahan untuk membersihkan sampah tahun baru itu. Mereka akan bertugas selama sepekan ke depan. Dan, kami optimistis, sepekan ini sudah bersih," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko di Ngamprah, Selasa, 2 Januari 2017.

Menurut Apung, sejumlah sampah tersebut kebanyakan berada di Kecamatan Lembang, terutama di sekitar objek wisata. Sampah berasal dari masyarakat ataupun pengunjung yang merayakan atau menghabiskan libur tahun baru di Lembang.

Dia mengungkapkan, volume sampah pada tahun baru memang selalu meningkat. Biasanya, volume sampah per hari sekitar 400 ton. Itu pun, yang terangkut petugas hanya sekitar 145 ton.

"Makanya, ketika volume sampah meningkat, butuh waktu untuk membersihkannya. Sebab, pada kondisi normal pun, tidak terangkut semuanya," ujar Apung.

Banyaknya sampah yang tidak terangkut itu, menurut dia, di antaranya disebabkan keterbatasan armada pengangkut sampah. Saat ini, total truk pengangkut sampah ada 10 unit, sedangkan cakupan pelayanan harus menjangkau 16 kecamatan.

Untuk meminimalisasi volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti, Apung mengatakan, pihaknya meminta setiap Badan Usaha Milik Desa agar segera membentuk lembaga pengelolaan sampah. "Sejauh ini memang sudah ada beberapa desa yang punya bank sampah. Namun, akan lebih efektif lagi jika dibentuk lembaga di bawah Bumdes, sehingga ada legalitasnya," ujar Apung.

Dia menambahkan, pengelolaan sampah nantinya menggunakan konsep 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (memanfaaatkan), dan recycle (mendaur ulang) sampah. Dengan metode ini, diharapkan hanya limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang dibuang ke TPA. "Jika semua desa sudah bisa kelola sampah sendiri, akan lebih sedikit sampah yang dibuang ke TPA," ujar Apung. 

Dengan adanya lembaga pengelola sampah, Apung tak khawatir dengan minimnya pendapatan asli daerah dari angkutan sampah. Sebab, minimnya PAD dari sampah justru menunjukkan bahwa masyarakat sudah bisa mengelola sampah secara mandiri.

Apalagi, PAD dari pengangkutan sampah di KBB selama ini hanya Rp 4 miliar per tahun. "Sementara, biaya pengelolaan sampah termasuk tipping fee (ongkos buang) ke TPA Sarimukti mencapai Rp 12 miliar per tahun," ujarnya.***

Baca Juga

Longsor Terjang 5 Rumah, 3 Keluarga Mengungsi

NGAMPRAH, (PR).- Longsor menerjang RT 3, RW 2, Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu, 3 Januari 2018, sekitar pukul 23.30 WIB.

Bandung Barat Siapkan 3 Lokasi TPS Baru

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana membangun tiga tempat pembuangan sampah akhir (TPA) lokal di Kecamatan Cililin, Lembang, dan Cipatat.