Bunga Bangkai Tugumukti Jadi Buah Bibir Warga

Bungan Bangkai/DEDEN IMAN/PR
WARGA menonton bunga bangkai yang tumbuh disekitar pekarangan rumah di Kampung Tugu, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa , 2 Januari 2018. Bunga yang ditemukan pada awal Desember 2017 tersebut kini menjadi tontonan warga sekitar.

NGAMPRAH, (PR).- Sejenis bunga bangkai yang tumbuh di kebun sayuran milik Uta Rustaya (65) menjadi buah bibir warga Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bunga bangkai yang diperkirakan berjenis amorphophallus paeoniifolius itu ditemukan sekitar dua pekan terakhir ini.

Isteri Uta, Juarsih (57) menuturkan, bunga bangkai tersebut pertama kali disadari oleh anaknya, Lia Agustina (38) ketika akan mengambil daun kelor yang pohonnya berada di sebelah bunga bangkai. Salah seorang kerabat lantas mengunggahnya di media sosial, sehingga banyak orang yang penasaran.

"Sekarang warga sekitar sudah banyak yang tahu. Bu Lurah, dari Koramil, sampai saudara saya dari Tangerang datang ke sini buat melihatnya. Kalau anak saya enggak menyadarinya, ya kami juga enggak akan tahu kalau ini bunga langka," kata Juarsih di rumahnya, Kampung Tugu, RT 1 RW 6.

Menurut dia, keberadaan bunga bangkai itu jadi yang pertama di Tugumukti, sehingga banyak yang ingin melihatnya. Pada 2016 lalu, kata dia, sebetulnya di tempat serupa juga tumbuh bunga yang sama. Akan tetapi, tumbuhan itu terabaikan karena tak ada yang menyadarinya.

"Saya juga enggak sadar. Beberapa hari sebelum dikasih tahu oleh anak saya, pas saya lewat di situ pada malam hari juga tercium bau busuk. Seperti bau kotoran ayam yang menyengat, tapi siapa yang buang kotoran di situ? Oh, ya mungkin bau bunga bangkai. Soalnya, kalau siang itu enggak terasa bau," katanya.

Setelah tahu ada bunga bangkai, lanjut dia, suaminya kemudian memagari bunga bangkai tersebut agar tak rusak dimainkan oleh anak-anak. "Khawatir juga kalau anak-anak mencolek bunganya, terus ada racun, kan bahaya kalau tangannya dipakai buat makan," ucapnya.

Menurut Lia, bunga bangkai itu mulai disadari olehnya ketika turun dari pohon kelor. Pijakan kakinya hampir mengenai bunga bangkai yang masih kuncup. Setelah diperhatikan, dia lantas teringat pada bunga bangkai yang pernah dipelajari sewaktu sekolah dulu.

"Waktu itu ada orang Korea yang minta daun kelor buat obat. Pas turun ternyata ada bunga yang kaya bunga bangkai, tapi ini pendek. Difoto tetangga kemudian dicocokkan dengan foto bunga bangkai di internet, ternyata ada yang mirip. Bunga bangkai itu kan ada beberapa jenis," katanya.

Keberadaan bunga bangkai di Tugumukti tersebut juga menarik minat isteri Dandim 0609/Kabupaten Bandung Andre Wira, Cindy Wira. Bersama ibunya, Cindy sengaja datang dari rumah dinasnya di Kota Cimahi ke Tugumukti untuk melihat bunga bangkai itu.

"Saya sengaja ke sini, karena ada yang kasih tahu bahwa ada bunga bangkai. Saya penasaran. Karena bunga bangkai tumbuhnya enggak lama, makanya saya buru-buru ke sini. Saya memang belum pernah melihat langsung bunga bangkai," tuturnya.***

Baca Juga