Survei Pilwalkot Bandung ala Mahasiswa Lebih Objektif, Ini Hasilnya

MUHAMMAD FIKRY MAULUDY/PR
DOSEN Statistika Fakultas MIPA Unpad Toni Toharudin (kanan) bersama perwakilan mahasiswa, Keshia Aritonang dan Nezar Abdilah Prakasa, memaparkan hasil survei Pilwalkot Bandung 2018 di Bandung, Rabu 27 Desember 2017. Tugas kuliah itu menghasilkan aspek yang lebih objektif di luar kepentingan calon atau partai.*

BANDUNG, (PR).- Sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA Unpad menggelar survei tentang kandidat di Pilwalkot Bandung 2018 sebagai tugas kuliah. Meski begitu, teknik survei yang dijalankan memenuhi asas statistika dan berada di bawah penga­wasan dosen yang membimbing. 

Survei yang dilakukan 73 mahasiswa Jurusan Statistika semester 5 itu dilakukan 15 November-1 Desember de­ngan teknik two ways random sampling. Jumlah respondennya 1.066 orang. 

Hasil survei dipresentasikan perwa­kilan mahasiswa yakni Keshia Aritonang dan Nezar Abdilah Prakasa. Hasilnya Oded M Danial masih di posisi teratas dengan persentase 55,8%, diikuti Nurul Arifin (32,5%), Atalia Praratya Kamil (30,5%), Ayi Vivananda 27,7%, dan Yossi Irianto (20,9%). 

Dari pertanyaan tertutup dengan fokus lima kandidat, Oded tetap teratas untuk elektabilitas (34%), diikuti Atalia (26%), Nurul Arifin dengan (20%), Ayi Vivananda (15%), dan terakhir Yossi Irianto (5%).  

”Artinya, survei kami menunjukkan popularitas dan elektabilitas berbanding lurus,” kata Keisha. 

Soal dasar memilih calon, alasan agama tertinggi yaitu 88,76%, rencana program (83,69%), ketokohan (76,07%), fatwa ulama (75,6%), dan isu terkini 71,33%. Dari segi visi,  32% res­ponden berharap calon pemimpin Kota Bandung bisa memperbaiki ke­macetan,  21% penanganan banjir, kemiskinan 14%, sampah 9%, pendi­dikan 8%, pengangguran 7%, birokrasi 6%, dan sisanya ekonomi 4%.

Merata

Dalam kesempatan terpisah, kandidat cawalkot Bandung dalam Pilkada Serentak 2018 dari PDIP, M Farhan meyakini jika seluruh kandidat masih dalam posisi merata. Selama belum ditetapkan dalam pendaftaran cawalkot ke KPU Kota Bandung, semua masih punya kesempatan yang sama. ”Sekarang, secara survei sama kuat, tak ada yang menonjol. 

Warga Bandung masih terkagum-kagum dengan Ridwan Kamil. Sebanyak 60% (pemilih) masih belum ambil keputusan,” ujarnya. 

Dari beberapa survei, pemilih me­ngambang masih di angka yang cukup tinggi. Beberapa survei malah masih mengunggulkan Ridwan Kamil jika kembali mencalonkan di Pilwalkot Bandung 2018. 

”Publik masih berharap Pak Ridwan kembali ke pilwalkot. Jadi DPP belum panceg,” katanya. 

Kandidat lainnya, Tb Fiki Satari juga masih optimistis bisa mendapat kesempatan dilirik partai lain. Saat ini, ia baru didukung PKB (1 kursi). 

”Saya bersama sahabat relawan pendukung yakin bahwa masih ada peluang untuk menjadi calon wali kota atau calon wakil wali kota. Kami masih bersemangat mengupayakan tujuan ini,” ujar Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) itu. 

Fiki mengaku bersemangat tampil menjadi sosok yang bisa menawarkan program-program industri kreatif dan menghubungkan simpul komunitas yang ada di Kota Bandung. 

”Dukungan dari PKB dan strukturnya, serta tokoh masyarakat, menjadi modal kuat kami,” ujarnya.***

Baca Juga

Kembalikan Bandung Sebagai Pusat Pendidikan

BANDUNG, (PR).- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meyakini jika pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruly) menawarkan solusi dan konsep baru bagi Kota Bandung.

Puluhan Ormas Sambut Yossi-Aries di KPU Kota Bandung

BANDUNG, (PR).- Kedatangan pasangan bakal calon pilwalkot Yossi Irianto-Aries Supriatna disambut puluhan pendukung yang sebagian besar dari ormas, di Kantor KPU Kota Bandung, Rabu, 10 Januari 2018, pukul 17.00 WIB.