Penipu Tervonis 1 Tahun Penjara Bebas Berkeliaran, Massa Demo PN Bandung

YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG,  (PR). - Puluhan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Jumat 29 Desember 2017. Mereka mendesak aparat untuk tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster. Kordinator aksi, Sandi menyatakan, pihaknya datang untuk menyampaikan aspirasi mengenai kasus hukum yang perlu diluruskan. "Kami ini sifatnya hanya kontrol sosial saja. Ada perkara yang jelas-jelas sudah diputuskan MA (mahkamah agung,red) tapi terlihat seperti ada pembiaran. Terpidana dalam perkara itu hingga saat ini tidak dieksekusi," tutur Sandi usai aksi.

Perkara yang dimaksud Sandi adalah kasus penipuan dengan terpidana Joy Hesa. Oleh MA, Joy Hesa divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 1 tahun. Namun hingga saat ini, eksekusi terhadap Joy Hesa tak juga dilakukan. 

"Kami mengamati kasus ini dan merasa miris. Kenapa hukum itu seakan tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah. Kenapa sampai saat ini terpidana tidak juga ditahan oleh jaksa. Kami mendesak agar jangan sampai ada diskriminasi hukum. Tegakkan hukum sesuai aturan yang ada," tutur Sandi. 

Saat berunjuk rasa di PN Bandung, massa diterima untuk melakukan audiensi dengan perwakilan PN Bandung, Wasdi Permana. Dalam pertemuan, Wasdi menyebut kewenangan eksekusi ada di tangan jaksa. Meski begitu, ia akan menyampaikan aspirasi dari massa kepada Ketua PN Bandung. 

Menanggapi aksi dari massa yang meminta agar kliennya segera ditahan, pengacara Joy Hesa, Samsul menyatakan pihaknya tak bisa menghalangi. Akan tetapi, Samsul mengklaim pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada pihak kejaksaan.

"Pak Joy sedang sakit. Sebenarnya kami juga sudah mengajukan permohonan kepada pihak kejaksaan agar menunda dulu eksekusi. Sudah kami sampaikan, dan kami mohon mempertimbangkan sisi kemanusiaan," kata Samsul saat dikonfirmasi.

Perdamaian

Ia juga menyatakan, kliennya sudah melakukan kesepakatan damai dengan pihak pelapor. Bahkan hutang kleinnya juga sudah dibayar. "Itu kasus 'kan sudah ada perdamaiannya. Bahkan ada pernyataan (pelapor) tidak keberatan," tutup Samsul.

Kasus yang menjerat Joy Hesa bermula saat warga Setraduta Bandung itu datang menemui Wikanta Wirja untuk minta bantuan pelunasan hutang terdakwa kepada PT BPR Gunadhana Mitrasembada sebesar Rp 1.290.720.000. Atas bujukan terdakwa, pada tanggal 8 Agustus 2007 Wikanta Wirja menyerahkan uang kepada terdakwa dengan cara melakukan pelunasan hutang terdakwa kepada PT. BPR Gunadhana Mitrasembada. 

Selanjutnya terdakwa menyerahkan dua buku SHGB No. 104 dan 105 beserta surat permohonan roya maupun sertifikat hak tanggungan asli peringkat kesatu kepada Wikanta Wirja. Namun pada tanggal 30 Agustus 2007 terdakwa meminjam kembali sertifikat tersebut dengan alasan untuk digunakan proses pinjaman ke Bank BRI dengan menjanjikan uangnya untuk membayar kepada Wikanta Wirja. 

Sekitar bulan Oktober 2007, terdakwa mendapat pinjaman dari Bank BRI sebesar Rp 1,7 miliar. Namun uang itu digunakan untuk kepentingan sendiri dan tidak dibayarkan kepada Wikanta Wirja sebagaimana yang dijanjikan. Atas perbuatan terdakwa, Wikanta Wirja mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 1.290.720.000 dan terdakwa didakwa pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Hakim Pengadilan Negeri Bandung membebaskan terdakwa, namun jaksa melakukan upaya kasasi, dan hakim MA memvonis 1 tahun penjara. Terpidana Joy kemudian mengajukan peninjauan kembali (PK). ***

Baca Juga

Yossi-Aries Optimistis Menangi Pilwalkot Bandung

BANDUNG, (PR).- Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna optimistis dapat memenangi kontestasi Pilwalkot Bandung 2018.

PSI Deklarasikan Dukungan untuk Yossi-Aries

BANDUNG, (PR).- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna kembali mendapat dukungan menjelang pencoblosan.