Liburan Datang, Sampah Lembang Menggunung

Sampah Saat Liburan/DEDEN IMAN/PR
TUMPUKAN sampah yang belum diangkut di Jalan Lembang-Maribaya, Kampung Sukahaji, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 26 Desember 2017.*

NGAMPRAH, (PR).- Lonjakan jumlah wisatawan pada libur panjang Natal kali ini dipastikan membawa peningkatan volume sampah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Meski begitu, pengangkutan sampah yang tak optimal menimbulkan penumpukan sampah di sejumlah titik.

Berdasarkan pantauan, peningkatan volume sampah bukan hanya terdapat di tempat-tempat wisata. Di sejumlah tempat penampungan sementara, sampahnya pun bertumpuk lebih banyak. Namun, tak terpantau kendaraan pengangkut sampah yang biasa beroperasi.

Kepala UPT Kebersihan Bandung Barat, Jaka Susila, mengatakan bahwa sampah di Lembang mengalami penambahan setiap hari libur, terutama di tempat-tempat wisata. Meski begitu, dia tak menyebutkan berapa banyak penambahan sampah yang dimaksud.

"Kalau jumlahnya, saya belum bisa memastikan. Saya belum bisa menyebutkan angka penambahannya. Yang jelas, kalau liburan pasti ada penambahan," kata Jaka, saat dihubungi melalui telefon, Selasa 26 Desember 2017.

Walaupun terdapat peningkatan volume sampah, dia mengaku tak menerapkan pola pengangkutan sampah secara khusus. Jaka beralasan, perayaan Natal dilaksanakan di gereja dan tidak menimbulkan kemeriahan. Oleh karena itu, petugas kebersihan hanya melaksanakan tugas seperti biasa.

"Petugas kebersihan yang libur juga ada, tapi tidak seluruhnya. Tiap Sabtu-Minggu, mereka libur (reguler). Sementara Senin dan Selasa, karena terkait dengan pelayanan kebersihan, jadi sopir ini kadang-kadang libur tapi kewajiban ritasenya ditambahkan pada hari lain," katanya.

Tidak ada piket khusus

Jaka menjelaskan, UPT Kebersihan menyerahkan pengangkutan sampah kepada sopir armada kebersihan. Meskipun tidak memberlakukan piket khusus sampai cuti bersama berakhir pada Selasa, setiap sopir diwajibkan mengatasi pengangkutan sampah yang sudah menjadi tugasnya masing-masing.

"Kami serahkan ke masing-masing sopir, jadi ada yang masuk dan ada yang libur. Kalau dia libur, dia akan mengganti pengangkutannya pada hari yang lain. Jadi, yang biasanya dia mengangkut sampah satu ritase, nanti jadi dua ritase. Kalau dia masuk, tentu tidak ada penambahan ritase. Nah, secara keseluruhan, sebetulnya buat Sabtu-Minggu juga sama saja," terangnya.

Ditanya soal sampah liar, Jaka pun mengakui bahwa di sekitar Lembang terdapat banyak titik sampah liar, baik yang berada di pinggir jalur protokol maupun di tengah pemukiman warga. Menurut dia, petugas kebersihan melakukan pengangkutan sampah liar setiap hari, terutama yang berada di jalur protokol.

"Seperti hari biasa, kami lakukan pengangkutan (sampah liar) juga. Kami kan punya armada penyisir sampah liar. Jadi, kami sudah memiliki jadwal buat pengangkutan sampah liar di titik-titik mana saja. Di Lembang itu ada banyak titik sampah liar," tuturnya.***

Baca Juga

Pembangunan Pacuan Kuda di Lembang Hanya Impian

NGAMPRAH, (PR).- Sampai akhir 2017 ini, rencana pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang masih terbengkalai. Padahal, pada 2016 lalu Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah menganggarkan Rp 1,45 miliar untuk pembangunannya.

Rp 193 Miliar untuk Desa di Bandung Barat

NGAMPRAH, (PR).- Pada 2018 ini dana desa yang disalurkan pemerintah pusat untuk 165 desa di Kabupaten Bandung Barat kembali mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.