Pembangunan Pacuan Kuda di Lembang Hanya Impian

Ilustrasi Pacuan Kuda/NURYAMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sampai akhir 2017 ini, rencana pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang masih terbengkalai. Padahal, pada 2016 lalu Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah menganggarkan Rp 1,45 miliar untuk pembangunannya. Bahkan, pada tahun lalu pun pembangunannya sudah dilelangkan tetapi urung dilaksanakan.

Menurut Sekretaris Daerah Bandung Barat, Maman S Sunjaya, pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang pada 2016 terkendala oleh permasalahan teknis. Dia tak menjelaskan lebih lanjut hal teknis yang dimaksud, tetapi menekankan bahwa pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang akan kembali dilelangkan.

"Itu persoalan teknis. Saya kira kalau tidak ada yang tak memenuhi persyaratan, itu akan dilelangkan kembali. Enggak ada persoalan (dilelangkan lagi), karena anggaran tetap ada," kata Maman di Lembang, Kamis 21 Desember 2017.

Walaupun lahan di sekitar Lapangan Pacuan Kuda Lembang, terutama di pinggir Jalan Kayuambon, telah berdiri sejumlah bangunan, menurut dia, lahan tersebut masih dimiliki oleh Pemkab Bandung Barat. Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang tetap direncanakan.

"Akan berlanjut, karena memang sampai hari ini (lahan di sekitarnya) tercatat sebagai aset kami, pemerintah daerah," ujarnya. Dia tak menyatakan rencana penertiban bangunan di atas lahan milik pemda, tetapi pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang mengharuskan bangunan-bangunan di sekitarnya dibongkar.

Penguasaan fisik sejumlah pihak terhadap lahan milik pemda dikhawatirkan dapat membuat Pemkab Bandung Barat kehilangan aset-asetnya. Meski begitu, Maman menyatakan, Pemkab Bandung Barat akan berupaya secara maksimal untuk mengamankan aset-asetnya, termasuk aset yang bersengketa di ranah hukum.

"Kami akan selalu mengikuti koridor hukum. Artinya, kebijakan pemda akan selalu mengikuti hasil dari apa yang menjadi putusan pengadilan. Oleh karena itu, sepanjang belum inkrach, kami akan perjuangkan aset apapun yang dimiliki pemda," katanya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, aset milik pemda merupakan milik masyarakat juga. Aset pemda itu pun akan dikembalikan fungsinya untuk masyarakat, seperti halnya aset atas pasar, gedung, maupun Lapangan Pacuan Kuda Lembang. Rencana pembangunan Lapangan Pacuan Kuda Lembang dimaksudkan untuk kepentingan masyarakat.

"Oleh karena itu, pemda tidak boleh menyerah sepanjang putusan pengadilan belum inkrach. Pak Bupati juga mengamanatkan, khususnya kepada saya sebagai pengelola aset, sejengkal tanah pun kalau itu tercatat sebagai aset, itu harus kami miliki. Yang kami miliki juga harus tercatat sebagai aset," ucapnya.

Banyak event, pembangunan lambat

Kondisi Lapangan Pacuan Kuda Lembang yang memperihatinkan banyak disesalkan. Selama empat bulan terakhir tahun ini saja, setidaknya ada dua kali perhelatan lomba pacuan kuda. 

Pada 2016 lalu, kendati sudah ada pemenang lelangnya, rencana pembangunannya gagal dilaksanakan. Pemkab Bandung Barat beralasan, waktu pelaksanaan yang tersisa selama sebulan dianggap tidak memungkinkan.

Walaupun yang dianggarkan ialah sebesar Rp 1,45 miliar, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya pun mencapai Rp 19 miliar. Anggaran pembangunan terbesar ialah untuk pembangunan tribun, sedangkan sisanya untuk membangun fasilitas-fasilitas penunjang, seperti istal, restoran, dan tempat penjualan cenderamata.***

Seorang joki menaiki kuda di Lapangan Pacuan Kuda Lembang, Jalan Kayuambon, Kabupaten Bandunt Barat, belum lama ini.

Baca Juga

Liburan Datang, Sampah Lembang Menggunung

NGAMPRAH, (PR).- Lonjakan jumlah wisatawan pada libur panjang Natal kali ini dipastikan membawa peningkatan volume sampah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.