Elektabilitas Oded M Danial di Pilwalkot Bandung Tinggi Meski Belum Aman

Oded M Danial/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Nama Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial masih diunggulkan dalam Pilwalkot Bandung, setidaknya sampai hari ini. Berdasarkan survei CiGMark Research & Consulting yang melakukan survei opini publik pada 1 - 12 Desember 2017, ia mengungguli 12 kandidat terbaik lainnya.

Tingkat elektabilitas Oded paling tinggi, berada di urutan 1 dengan elektabilitas 27,3%, disusul Ayi Vivananda (8,1), M Farhan (8,0), Nurul Arifin (5,5), Yossi Irianto, (5,1), Gatot Tjahyono (4,9), Fiki Satari (2,3), serta Dandan Riza Wardana (2,2).

"Dukungan kepada Oded paling kuat, bahkan dari hasil survei di lima besar saja selisihnya sangat jauh dengan posisi kedua yakni Ayi Vivananda sebesar 8,1 persen. Lalu Farhan ‎7,9 persen, Nurul Arifin itu 5,2 persen, dan Yossi Irianto 4,2 persen," kata ‎CEO CiGMark Research & Consulting, Panca Pratama, di Jalan Riau, Bandung, Rabu 20 Desember 2017.

Dalam hal popularitas, kata dia, Oded juga tidak kalah tenar dengan nama artis yang muncul sebagai bakal calon wali kota Bandung, yakni Nurul Arifin dan Muhammad Farhan. Panca menganalisis, hal itu disinyalir merupakan dampak dari posisinya saat ini sebagai wakil wali kota.

Sebab, dari hasil survei ditemukan 71,3 persen responden yang mengenal Oded, lalu Nurul yang dikenal oleh 53,9 persen ‎responden, dan diikuti Farhan dengan 50,4 persen. Sementara Ayi menempati posisi keempat dengan 47,7 persen dan 40,4 responden mengenal Yossi.

"Jadi rata-rata warga Bandung puas dengan kinerjanya selama jadi wakil wali kota. Karena dinilai bagus oleh masyarakat, ini yang membuat peluang Oded maju terbuka," katanya.

Namun, meskipun elektabilitas Oded berada di paling puncak, tetapi masih belum aman. Ada tiga faktor yang membuat posisi Oded bisa terganggu.

Pertama, jumlah swing voters masih cukup tinggi yakni 77.3 persen. Sementara pemilih loyal (strong supporter) Oded baru 10.4 persen. Alasan kedua, pertarungan politik masih sangat dinamis yang memungkinkan potensi perpindahan pemilih masih cukup besar. Yang ketiga, masih ada kemungkinan Oded gagal maju jika tidak mendapat dukungan dari partai lain. 

"Dalam pertarungan politik, terkadang bisa terjadi perubahan yang sangat cepat dan terjadi di luar prediksi. Selain itu dengan munculnya figur-figur seperti M Farhan dan Nurul Arifin yang memiliki latar belakang artis bisa berpotensi menjadi ancaman bagi Oded," katanya.

Calon wakil wali kota yang unggul

Sementara itu, elektabilitas untuk calon wakil wali kota juga terjadi persaingan ketat. M Farhan unggul dengan 10.2%, Yossi (9.2), Gatot (7.3), Fiki Satari (4.6), Dandan Riza Wardana (3.2), Yana Mulyana (2.7), Arfi Rafnialdi (2.1), Chaerul Yakin Hidayat (Ruly) (2.0).

Dari posisi elektabilitas calon walikota tersebut, kata dia, maka dapat disimpulkan bahwa pertarungan posisi wakil masih dalam “pasar bebas”.

"Dengan kata lain, semua kandidat masih memiliki peluang yang sama karena selisih elektabilitasnya tidak terpaut jauh dan jumlah swing votersnya masih sangat besar," ujarnya.

Metodologi survei menggunakan multistage random sampling. Wawancara tatap muka dilakukan pada 440 responden dengan menggunakan kuesioner, yang dilaksanakan pada 1-12 Desember 2017 dengan margin error sekitar 4.8%.***

Baca Juga

Bandung Creative Hub Resmi Beroperasi, Apa Saja Fasilitasnya?

BANDUNG, (PR).- Setelah terbengkalai cukup lama, Bandung Creative Hub (BCH) secara resmi dibuka untuk publik, Kamis, 28 Desember 2017. Pusat simpul kreatif warga Bandung dengan nilai sekitar Rp 40 miliar ini menjadi yang terlengkap dan pal