Bandung Mulai Mahal bagi Turis

Mural di salah satu gang di Cibunut, Kota Bandung/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Bandung mengeluhkan harga yang mulai tidak ramah. Jika tidak segera dibentuk tim pengendalian harga, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan akan terus turun.

"Turis asing ke Bandung masih didominasi warga Singapura dan Malaysia, masih Pasar Baru yang ditarget. Tetapi terus terang, Bandung kesulitan karena tidak ada destinasi baru. Makanya mulai agak ditinggal oleh wisatawan Malaysia. Kemudian belanja di Bandung juga sudah tidak murah, karena tidak ada yang mengontrol harga, tidak ada asosiasi yang mengendalikan," tutur Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Barat Budijanto Ardiansjah, di Bandung, Rabu 20 Desember 2017.

Jika terus dibiarkan, kata dia, kondisi tersebut akan merugikan karena pendapatan dari sektor pariwisata. Padahal, banyak peluang pemasukan baru dari sektor pariwisata. 

Terlebih, saat ini asosiasi perjalanan wisata tengah mengincar pasar Tiongkok. Semenjak warga Tiongkok mulai banyak berwisata ke Indonesia, banyak daerah yang berlomba-lomba menawarkan paket menarik berwisata.

Namun, kebanyakan turis Tiongkok masih mengincar Bali sebagai tujuan wisata. Mereka mencari pantai sebagai wisata alam yang didambakan.

"Kita masih menjual pegunungan lah. Sayang, ini sedikit kurang cocok karena kebanyakan turis Tiongkok orang gunung jadi mereka nyari pantai," ujarnya.

Oleh karena itu, Kota Bandung harus mulai mencari bahan baru untuk tawaran paket wisata. Selain wisata budaya, kata dia, paket wisata belanja juga masih bisa dijual.

Maka, kesiapan Kota Bandung dalam menyambut turis mancanegara harus diperhitungkan baik. Persoalan  keluhan harga jasa dan produk yang kurang ramah harus segera ditanggulangi.

"Makanya kita memang dari segi SDM kita kekurangan guide bahasa Mandarin, promosi kita ke Tiongkok juga belum terlalu banyak," tuturnya.

Wisata alam unggulan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida menuturkan, Jawa Barat masih menjual wisata alam sebagai unggulan pariwisata.

"Jabar selatan yang jelas Pak Gubernur (Ahmad Heryawan) sudah membuat jalan yang mulus dari Palabuhan Ratu ke Pangandaran, dan juga itu audah disuguhi dengan alam yang sangat bagus. Mungkin kita bisa jual

Ciletuh dengan pantainya, lalu kita menyusuri pantai ke Pangandaran," ujarnya.

Selain wisata alam, kata Ida, Jawa Barat juga punya banyak budaya dan seni yang beragam untuk dipertunjukkan ke wisatawan mancanegara.

Perwakilan Badan Promosi Pariwisata Tiongkok yang berbasis di Singapura, Christian menuturkan, diperlukan sinergitas antarkedua negara untuk saling mempromosikan keunggulan wisata. Jika Bandung dan Jawa Barat menawarkan gedung tua bersejarah hingga budaya yang belum dikenal warga Tiongkok, warga Jawa Barat bisa menikmati budaya, alam, hingga musim salju di Tiongkok.

"Saya percaya, dengan usaha bersama kedua belah pihak, hubungan kerja sama pariwisata Tiongkok-Indonesia akan membuka lembaran perjalanan baru. Beautiful China, menanti kedatangan para wisatawan dari Indonesia," tuturnya.***

Baca Juga

Kemacetan di Bandung Semakin Tidak Terkendali

BANDUNG, (PR).- Kemacetan yang semakin memburuk pada musim liburan membuat Kota Bandung dianggap tidak siap untuk menjadi kota wisata. Maraknya parkir liar membuat kemacetan semakin tidak terkendali.

Demi Alun-alun Cicendo, TPS Aruna Dipindah

BANDUNG, (PR).- Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Aruna mulai disterilkan dari bak kontainer sampah, gerobak pengangkut sampah, serta aktivitas lainnya.

Kembalikan Bandung Sebagai Pusat Pendidikan

BANDUNG, (PR).- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meyakini jika pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruly) menawarkan solusi dan konsep baru bagi Kota Bandung.