Bayi Perempuan Itu Tewas Kehabisan Napas di Tangan Kedua Orangtuanya

Rekonstruksi/DEDEN IMAN/PR
PASANGAN GM (20) dan RR (19) mengikuti reka ulang kasus pembunuhan bayi mereka yang baru lahir di Kampung Babakansari, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin 18 Desember 2017. Bayi pasangan muda-mudi tersebut dipastikan tewas akibat kehabisan nafas akeran setelah lahir ditutupi kaos dan dimasukan ke dalam kantong kresek sebelum dikuburkan.*

CIMAHI, (PR).- Bayi perempuan pasangan mahasiswa-calon pramugari Gemmy Muhammad (20) dan Rizki Rinzani Sumiarti (19) dipastikan tewas akibat kehabisan napas. Pasalnya, bayi baru lahir dalam usia kandungan baru 7 bulan tersebut ditutupi pakaian kaos dimasukkan ke dalam plastik kresek serta ke dalam tas oleh orang tuanya.

Demikian terungkap dalam reka ulang kasus pembunuhan terhadap  bayi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Babakan Sari RT 4 RW 9, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin 18 Desember 2017.

"Jadi bayi tersebut meninggal karena kehabisan napas akibat dibungkus menggunakan kain, terus keresek, dan dimasukkan ke dalam tas," ujar Kanit Reskrim Polsek Cimahi, AKP Nana Supriatna, di lokasi rekonstruksi.

Proses rekonstruksi berlangsung di tengah permukiman padat dan rumah indekos. Reka ulang kejadian tersebut juga menjadi tontonan warga sekitar dan mahasiswa, sesaat kedua pelaku datang ke lokasi rekonstruksi, warga beramai-ramai menyoraki pelaku.

Dalam rekonstruksi tersebut, kedua pelaku memperagakan 28 adegan. Kasus pembunuhan dan buang bayi tersebut terjadi pada 19 November 2017 sekitar pukul 05.00 WIB. 

Memasuki rumah kontrakan berlantai dua itu, pelaku GM dan RR menyembunyikan raut wajah dengan topi. Mereka naik ke lantai dua didampingi pihak kepolisian untuk memeragakan adegan melahirkan tanpa bantuan bidan atau dokter. Setelah lahir, bayi tersebut kemudian langsung dibalut dengan sehelai kain atau kaos, kemudian dibungkus keresek, dan dimasukkan ke dalam sebuah tas.

Adegan dilanjutkan GM dan RR mencari lahan pemakaman untuk menguburkan bayi yang masih hidup itu. Saat kembali ke rumah kontrakan usai berkeliling hingga ke Kota Bandung, GM dan RR mendapati bayi hasil hubungan gelap mereka telah meninggal.

Adegan rekonstruksi dari rumah kontrakan kemudian berpindah ke lokasi pemakaman tempat bayi tersebut dimakamkan dibantu warga setempat. 

"Semua adegannya sudah sesuai dengan yang dilakukan pelaku sesuai pengakuannya. Jadi reka ulang atau rekonstruksi ini sebagai pelengkap," katanya.

Dalam rekonstruksi tersebut turut dihadirkan empat orang saksi, yakni dua orang teman pelaku dan dua orang warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut.

Diceritakan oleh GM, mendapat kabar RR hamil membuat keduanya  kaget dan panik. "Saya belum siap punya anak, makanya saya gelap mata dengan membunuh bayi hasil hubungan gelap itu. Saya juga malu sama keluarga, mereka syok," katanya lirih.

Warga menyayangkan kedua pelaku yang berusia sangat muda, tega melakukan pembunuhan terhadap darah daging sendiri.

"Pastinya sangat menyayangkan, masa depan masih panjang. Kalau sudah begini pasti menyesal. Kasihan juga orangtuanya," kata Yayah, warga sekitar. 
Atas perbuatannya, mereka dijerat 

Pasal 80 (1),(2),(3) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan Pasal 342,341,343 KUHPidana. Ancaman hukuman kurungan hingga 10 tahun penjara.***

Baca Juga

Harga Cabai dan Daging Ayam di Cimahi Naik

CIMAHI, (PR).- Inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mendapati harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) naik di Kota Cimahi, Minggu, 31 Desember 2017.

Jangan Bercanda Soal Teror Bom

CIMAHI, (PR).- Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, semua pihak diminta menjaga kerukunan dan kondusifitas wilayah Kota Cimahi.