Khitanan Massal Ini Didominasi Perempuan

Ilustrasi/TELEGRAPH

BANDUNG,(PR).- Ada yang unik dan khas saat khitanan massal di Assalaam, Jalan Sasakgantung, Kota Bandung, Minggu, 17 Desember 2017. Apabila khitanan massal di masjid, pesantren, yayasan, maupun instansi lainnya sebatas khitanan massal anak laki-laki, namun di Assalaam khitanan massal malah diikuti kaum perempuan dari usia anak-anak sampai nenek-nenek.

Bahkan, perempuan yang dikhitan jumlahnya lebih banyak daripada anak laki-laki yang dikhitan.

"Khitan perempuan sudah diselenggarakan Assalaam sejak tahun 1948 yang dipelopori pendiri Assalam, Alm. KH. Habib Usman bin Husin Alaydrus," kata Ketua Umum Yayasan Assalaam, KH. Habib Syarief Muhammad Alaydrus.

Sedangkan pengurus Yayasan Assalaam, Zainal Asikin mengatakan, khitan perempuan di Assalaam pernah mendapatkan perhatian besar dunia sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menerjumkan timnya ke Assalaam.

"Kami dianggap melanggar HAM karena disamakan dengan khitan perempuan di Afrika yang dinilai sewenang-wenang kepada perempuan. Padahal, khitan perempuan di Assalaam sebatas melukai sedikit bagian klitorisnya bukan sampai dijahit atau ditutup layaknya di Afrika," ujarnya.

Rata-rata ulama menyatakan khitan perempuan sebagai sunnah bahkan sebagai sunnah kemuliaan bagi perempuan. "Tidak ada ulama yang mengharamkan khitan perempuan sebab khitan perempuan juga bermanfaat untuk mengendalikan emosi perempuan," ucapnya.

Dia menambahkan, aksi sosial khitanan massal merupakan bagian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW sebagai tradisi tahunan. "Assalaam bisa jadi merupakan pelopor aksi sosial khitanan massal karena diadakan sejak tahun 1948. Kalau sekarang khitanan massal sudah banyak diadakan lembaga bahkan partai politik," ucapnya.

Selain khitanan massal, Maulud Nabi Muhammad di Assalaam juga diisi dengan lomba bercerita kisah Nabi Muhammad dan nabi-nabi dan menghidupkan kembali tradisi cangkaruk maulud oleh SD Assalaam.

"SMP Assalaam juga mengadakan lomba ceramah dan  tahfiz Alquran untuk maulud nabi. Demikian pula unit TK, SMA/SMK, maupun MTs serta warga pengajian wanita Assalaam juga menggelar peringatan maulud nabi," katanya.***

Baca Juga

Menuju Hari Pers, 5.000 Pohon Siap Ditanam di Kabupaten Bandung

BANDUNG, (PR).- Untuk menjaga kawasan resapan air sekaligus melindungi hutan dari alih fungsi dari pola pertanian sayuran di Ranca Cangkuang yang merupakan kawasan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung Desa Mekarsari, Kecamatan Pasi

MUI Kabupaten Bandung Luncurkan Situs Internet

SOREANG,(PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung meluncurkan situs internet dan aplikasi berbasis android untuk wadah komunikasi dan informasi dengan umat.