Target Sertifikat PTSL Kabupaten Bandung Naik Drastis

USEP USMAN NASRULLOH/PR
KEPALA Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung Atet Gandjar (kiri) memaparkan arahan kepada kepala desa dan pengurus pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) di Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu 6 Desember 2017. Program PTSL pada tahun 2018 di wilayah Kabupaten Bandung sebanyak 60.000 bidang atau hampir lima kali lebih banyak dari tahun 2017.*

SOREANG, (PR).- Target sertifikasi massal melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Bandung naik drastis dari 16.000 sertifikat tahun ini menjadi 60.000 sertifikat di tahun 2018. Untuk itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) mempercepat pelayanan PTSL ditandai dengan pemasangan patok tanah warga di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kamis7 Desember 2017.

"Kami meminta aparat desa dan warga masyarakat di 14 desa yang mendapatkan PTSL untuk memasang patok batas tanahnya sehingga memudahkan petugas ukur yang akan datang ke desa-desa," kata Kepala BPN Kabupaten Bandung,Atet Ganjar Muslihat.

Dia menambahkan, untuk patok tak perlu dari bahan mahal, namun bisa dengan kayu, bambu, atau kalau dinding yang semuanya dicat warna merah. "Kalau rumah dan tanah akan dimasukkan dalam PTSL, maka batasnya cukup mengecat dinding rumah dengan warna merah sebagai batas kepemilikan tanah," katanya.

Atet mewanti-wanti aparat desa agar tak menerapkan pungutan yang memberatkan bagi warga. "PTSL itu gratis sehingga bebas dari biata pengukuran, biaya panitia, biaya pendaftaran, dan transportasi petugas ukur. Namun warga yang ikut PTSL dibebani biaya meterai, patok, dan biaya warkah dari desa yang menurut keputusan tiga menteri sebesar Rp 150.000," katanya.

Setelah berhasil menyelesaikan target 16.000 sertifikat dengan 10.000 buah diserahkan Presiden Jokowi belum lama ini, menurut Atet, BPN Kabupaten Bandung mendapatkan target 60.000 sertifikat PTSL untuk tahun 2018. "Target tersebar di 14 desa yakni Desa Alam Endah, Desa Panundaan, Desa Lebak muncang, Desa Cukang Genteng, Desa Cibodas, Desa Baros, Desa Patrolsari, Desa Arjasari, Desa Solokan Jeruk, Desa Bojong Emas, Desa Neglasari, Desa Margahurip, Desa Kramat Mulya, dan Desa Cisondari. Ada lima tim BPN yang kami bentuk dengan anggotanya sampai 20 orang per tim," katanya.

Sedangkan dari desa juga membantu dengan lima aparat desa dan sebanyak 60 juru ukur tanah. "Kami meminta semua tim agar bekerja ikhlas, keras, dan tuntas agar masuk surga sebab PTSL menyangkut bantuan kepada warga. Kami yakin target 60.000 sertifikat bisa tercapai sampai akhir tahun 2018. Rencananya sebagian sertifikat sudah diserahkan presiden pada Maret nanti," katanya.

Kepala Desa Lebak Muncang, Imas Masopah, merasa gembira sebab desanya mendapatkan sertifikasi untuk 5.000 bidang tanah. "Semoga tahun depan semua tanah sudah sertifikat dengan adanya PTSL. Untuk biaya warkah rencananya warga tak mampu akan mendapatkan subsidi dari warga mampu yang juga ikut dalam PTSL ini," katanya.***

Baca Juga