Risiko Kompetisi Tinggi, Industri Kreatif Bisa Bertahan Melalui Pameran

Pameran ASEPHI/HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pertumbuhan ekonomi di Indonesia maksimal mencapai 5%, sementara setiap 1%-nya hanya mampu menampung 250.000 tenaga kerja di sektor formal. Jika setiap tahun ada 3 juta angkatan kerja baru, dan yang tertampung hanya 1.250.000 tenaga kerja, ke mana disalurkannya ke-1.750.000 angkatan kerja lainnya? 

Hal inilah yang menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menjadi pendorong sekitar 400.000 warga Jawa Barat bermigrasi ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Padahal, kata Netty, masih ada peluang untuk memberdayakan potensi diri bahkan masyarakat lain, yakni melalui industri kreatif.

Meski diakuinya bahwa risiko saling salip cukup tinggi, namun masih ada peluang bertahan melalui event pameran seperti yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI).

Untuk kelima kalinya, ASEPHI menggelar pameran bertajuk Pelangi Nusantara, di Graha Manggala Siliwangi Jl. Aceh no.66 Bandung. Pameran ini dimulai pada Rabu-Minggu 7-10 Desember 2017 mendatang. Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) ASEPHI Jawa Barat Hedi Yamasari mengungkapkan, pameran ini bertujuan untuk membangkitkan semangat para pengrajin dan pelaku usaha industri kreatif. Terbukti sukses, awal pameran ini hanya memiliki 44 stand, sementara kali ini jumlahnya melonjak hingga 111 stand.

"Dulu di PVJ (Mall Parisj Van Java Bandung) hanya 44 peserta saja, tapi sekarang ada 111 stand dari berbagai daerah," kata Hedi. "Karya kita tidak kalah dari karya luar (negeri). Jangan patah semangat!", sambungnya memotivasi.

Kerja ASEPHI ini menuai pujian dari Netty. Ia menilai ASEPHI berani menunjukkan daya saingnya diantara produk-produk ternama dari luar negeri. Selain itu, ASEPHI juga terus menjaga mutu dan kualitas wahidnya, sehingga dengan tegas Netty berujar, ia akan mulai swadesi menjadikan penggunaan produk lokal dalam negeri sebagai lifestyle-nya yang baru.

"Sejak saya diundang pertama kali di pameran Pelangi Nusantara ke-3 di PVJ, pertama tujuan mereka ingin meningkatkan daya saing, makanya berani pameran di PVJ padahal disitu ada banyak brand-brand ternama dari luar, tapi berani menampilkan produk lokal. Kedua, saya perhatikan selalu saja ada yang baru, menarik dan lebih baikndi pameran Pelangi Nusantara ini," cerita Netty.

"Kebanggaan kita menggunakan (produk lokal) itu harus dibuktikan, mulai dari atas (kepala) sampai bawah (kaki), dari ruang tamu sampai ruang tidur. Jadikanlah produk-produk kreatif ini menjadi our lifestyle. Bring the new lifestyle into your home," sambungnya.

Menjadikan produk lokal, khususnya produk asal Jabar, sebagai lifestyle baru tidak hanya mensejahterakan perajin dalam negeri, tetapi juga berdampak positif pada serapan tenaga kerja. Mengingat janji politik Gubernur-Wakil Gubernur untuk menyiapkan dua juta lapangan kerja, Netty mengungkapkan bahwa hingga hari ini sudah tercapai 1.821.655 lapangan kerja. Netty yakin, dalam kurun waktu beberapa bulan lagi target dua juta akan tercapai melalui strategi program wirausaha baru (WUB) dan pengoptimalan pengrajin di industri kreatif.***

Baca Juga

Perkelahian Siswa SD Berujung Maut, Ini Kata Netty

BANDUNG, (PR).- Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengaku prihatin atas peristiwa meninggalnya AM siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Mekarjaya yang bertikai dengan pelak

P2TP2A Fokus Pemulihan Psikologis Anak Pelaku Kekerasan

BANDUNG, (PR).- Kasus perkelahian anak yang berujung pada kematian di Kabupaten Bandung sungguh menyisakan keprihatinan yang mendalam.  Selain korban meninggal dunia, pelakunya yang juga masih anak-anak dikabarkan mengalami depresi.