Kemendikbud dan BNI Bagikan 1.000 KIP di Bandung

Penyaluran PIP/DOK. BNI
PENYALURAN dana PIP pada acara BNI Goes to School di SMA Negeri (SMAN) 1 MargahayuMajalaya, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Desember 2017.*

BANDUNG, (PR).- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukan komitmen untuk peduli dan menyukseskan program pemerintah. Kali ini, BNI memudahkan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) bagi para siswa korban bencana banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Penyaluran dana PIP tersebut dilaksanakan bersamaan dengan acara BNI Goes to School di SMA Negeri (SMAN) 1 MargahayuMajalaya, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Desember 2017. Percepatan penyaluran dana PIP ini disaksikan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia R Alpha Amirrachman, Kasubdit Direktorat PSMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suharlan, serta Head of  Network Services BNI Kantor Wilayah Bandung Oktovianus Pardede.

Pada kesempatan tersebut, BNI membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada kurang lebih 1.000 siswa SMA dan siswa Paket C se-Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Secara bersamaan juga dilaksanakan pencairan dana bantuan PIP bagi 10.000 siswa di seluruh outlet BNI di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Pada acara ini, BNI melayani pencairan dana bantuan PIP melalui fasilitas BNI Layanan Gerak (BLG), sehingga siswa dapat menarik dana PIP tersebut secara tunai, baik melalui mesin ATM atau Customer Service pada mobil BLG tersebut. Selain penerima dana PIP dari SMAN 1 Margahayu, pencairan di lokasi ini juga sekaligus dilakukan bagi siswa penerima PIP dari beberapa SMA lainnya yang berada di Majayala. Untuk menarik dana PIP tersebut, setiap siswa penerima bantuan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

CorporateSecretary BNI Kiryanto mengungkapkan, penyaluran dana PIP di Majalaya ini telah menggunakan KIP yang sudah terintegrasi dengan rekening Tabungan BNI. Manfaat dari integrasi tersebut adalah siswa dan siswi penerima bantuan PIP yang telah menerima KIP dapat melakukan penarikan dana bantuannya di seluruh ATM BNI, outlet BNI, atau di Agen46 BNI yang berlokasi dekat dengan sekolah atau tempat tinggal siswa. 

Selain berfungsi sebagai kartu ATM, KIP  juga berfungsi untuk transaksi perbankan, serta sebagai kartu identitas dimana selain nama penerima PIP, juga dicantumkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor KIP siswa penerima. Selain itu, KIP telah memiliki kode khusus “PIP-ID” sehingga pemerintah daerah dan sekolah dapat membangun data base siswa penerima PIP yang dapat menelusuri dimana lokasi sekolah penerima bantuan PIP berada.

Kemudahan layanan

Selain itu, pembuatan Dashboard khusus yang dapat diakses secara online juga disediakan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna memudahkan dalam melakukan pemantauan realisasi Program PIP ini, baik secara nasional maupun di berbagai daerah.

”Tambahan kemudahan layanan tersebut adalah solusi dan kemudahan bagi penerima PIP yang tersebar di seluruh Indonesia, jadi jika di daerahnya tidak ada Outlet Bank atau ATM Bank maka siswa penerima dapat mencairkan Bantuan PIP-nya di Agen46 BNI yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolahnya. Bahkan untuk dapat lebih mendekatkan layanan kepada para siswa penerima PIP, koperasi di sekolah masing-masing juga dapat dijadikan Agen46, sehingga pencairan PIP dapat langsung dilakukan di koperasi sekolah,” ujar Kiryanto.

Hingga saat ini, BNI telah menyalurkan dana bantuan PIP kepada 1.134.875 siswa SMA dan 1.749.225 siswa SMK senilai masing-masing Rp 991,571 miliar untuk SMA dan Rp 1,185 triliun untuk siswa SMK. Sebagai dukungan terhadap Program Literasi Keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNI terus memperluas sebaran sarana pencairan Bantuan Sosial (Bansos) dan subsidi termasuk pencairan KIP melalui pada 2.017 Outlet, 16.977 ATM, dan 57.000 Agen46 di seluruh Indonesia.

”Sebagai Agen of Development, BNI memberikan komitmen penuh dalam mendukung program pemerintah khususnya penyaluran bantuan sosial dan subsidi, dan kami terus melakukan Inovasi guna memudahkan penerima Bantuan Sosial dan Subsidi, sehingga dapat diterima secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan mudah dilakukan,” ujar Kiryanto.***

Baca Juga

Ada Pisau di TKP Siswa SMK Tewas dengan Luka Tusuk

BANDUNG, (PR).- Seorang  siswa SMK, Fahmi Amrizal (18) ditemukan tergeletak dengan sejumlah luka tusuk di Gang Hegarmanah Jalan Paralon Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Rabu 6 Desember 2017 sekitar pukul 21.30 WIB.

Pembunuh Siswa SMK Itu Ternyata Temannya Sendiri

BANDUNG, (PR).- Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, jajaran Polrestabes Bandung mengungkap kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar SMK, Fahmi Amrizal (18).

Ini Hasil Lengkap KPID Jabar Award 2017

BANDUNG, (PR).- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kembali menggelar KPID Jabar Award tahun ini. KPID Jabar Award yang digelar untuk ke-10 kalinya ini kembali memberikan apresiasi kepada insan penyiaran di Jawa Barat.