Sentra Susu Dapat Lestarikan Kearifan Lokal

Festival Susu Cipageran/DEDEN IMAN/PR
ANAK-anak TK serentak meminum susu pada pembukaan acara Festival Susu Cipageran di Jalan Karya Bakti, Kelurahan CIpageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa 5 Desember 2017. Acara yang baru pertama kali digelar tersebut untuk mengenalkan berbagai produk olahan susu lokal dari para peternak sapi yang ada di Kota Cimahi kepada masyarakat.*

CIMAHI, (PR).- Produk susu dan olahannya dapat memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Setidaknya itu yang diperkenalkan pada acara Festival Susu Cipageran di RW 12 Jalan Karyabakti, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa 5 Desember 2017.

Festival susu dimeriahkan aneka lomba yang melibatkan peserta anak-anak mulai dari lomba mewarnai hingga aksi minum susu bersama. Juga digelar demo membuat olahan makanan berbahan dasar susu sapi, turut berlangsung pameran produk berbahan susu. 

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar didampingi Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Huzen Rachmadi mengatakan, perkembangan sentra susu Cipageran mulai membuahkan hasil.

"Festival ini menjadi ajang mengajak masyarakat gemar minum susu, sekaligus menginformasikan dan promosi bahwa Kota Cimahi punya produk susu dan olahannya yang bisa dibeli," ujarnya.

Dikatakannya, sejak dirintis beberapa tahun lalu, perkembangan produk susu di Kota Cimahi sangat pesat. Buktinya, berbagai olahan produk dari susu sapi sudah bisa dipasarkan sampai ke luar negeri. 

"Ada keripik susu sudah masuk pasar Singapura, sabun susu dikirim rutin ke Jepang," katanya.

Pembinaan UKM

Pendampingan sentra susu Cipageran sudah berlangsung sejak 2013-2014 bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan tinggi dan Kementerian Pertanian. Selain dari sisi pertanian peternakan, hasil susu ini dikembangkan menjadi usaha produktif sesuai kearifan lokal yang digerakkan oleh warga setempat. 

Selain itu, denyut pemberdayaan ekonomi makin berkembang. Mulai dari penambahan jumlah sapi yang dikelola masyarakat mulai dari hanya 54 peternak bertambah jadi 90 orang peternak dengan pemeliharaan 300 ekor sapi.

"Pembinaan UMKM ini terus kami lakukan, kami dorong dan motivasi agar mereka mau berkembang dari sisi perbaikan manajemen, penyiapan SDM, peningkatan produksi hingga pemasaran secara online. Kami siap bantu lewat program, manakala berkembang maka kebutuhan bahan baku dan penyediaan akan bertambah," katanya.

Hasil meningkat

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Mita Mustikasari mengatakan, peningkatan produksi di sentra susu ditandai dengan jumlah produksi hasil susu perah di Kota Cimahi meningkat hingga 200% sejak lima tahun terakhir. Jumlah produksi tersebut dihasilkan dari sekitar 300 ekor sapi yang dikelola 95 orang peternak.

"Dulu itu produksi susu paling 6 liter per ekornya. Sekarang bisa sampai 10-15 liter per hari dari satu ekor sapi," terangnya.

Ia mengatakan, peningkatan produk susu sapi perah di Kota Cimahi disebabkan semakin meningkatnya kesadaran para peternak dalam memelihara sapi mereka.

Meningkatnya produksi olahan susu sapi pun dirasakan Tarmilah (55) tahun, salah seorang perajin produk susu berbahan susu perah.

Bersama kelompok Melek Aksara RW 19 PKBM Bina Mandiri, ibu-ibu mengolah susu sapi menjadi produk sabun. Awalnya hanya beberapa puluh sampai 100 batang per bulan. Kini, sudah rutin diproduksi 1.000-2.000 batang sabun susu per bulan.***

Baca Juga

Polres Cimahi Antisipasi Berita Hoaks pada Pilkada Serentak 2018

CIMAHI, (PR).- Maraknya berita hoax atau berita palsu yang muncul di media sosial perlu diantisipasi selama proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 di wilayah hukum Polres Cimahi berlangsung. Hal itu perlu diutamakan untuk menjaga keutuhan NKRI.