Prediksi Pilwalkot Bandung, Pertarungan Yossi, Nurul, dan Oded

Pilkada Serentak 2018 - Kota Bandung/DWI SETYADI/PR

BANDUNG, (PR).- Pilwalkot Bandung 2018 diprediksi akan diramaikan tiga pasang calon dari partai politik. Yossi Irianto mendapatkan empat kursi dukungan sebagai tiket penentu pencalonan dari Partai Nasdem, melengkapi enam kursi dukungan yang sebelumnya diberikan Partai Hanura.  

Surat Rekomendasi DPP Partai Nasdem itu ditandatangai Ketua Tim Pilkada Pusat Partai Nasdem Sri Sajekti Sudjunadi dan Sekretaris Tim Pilkada Pusat Partai Nasdem Willy Aditya, di Jakarta, Selasa 28 November 2017. DPP Partai Nasdem merekomendasikan Yossi sebagai calon wali kota Bandung.

Dalam isi surat rekomendasi itu, DPP Partai Nasdem meminta sekretaris daerah Kota Bandung itu membuka komunikasi politik dengan partai lain, bersama-sama dengan DPD Partai Nasdem Kota Bandung. Rekomendasi itu berlaku hingga dikeluarkannya Surat Keputusan DPP Partai Nasdem tentang Persetujuan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung sebagai syarat pendaftaran ke KPU Kota Bandung.

Dari hasil tahapan penjaringan DPD Partai Nasdem, Yossi memuncaki penilaian dengan hasil survei elektabilitas (19.03%) dan total nilai fit and proper test (798.75). Yossi unggul atas peserta lainnya mulai dari kader Partai Nasdem Ricky Ahmad Subagja dan Rizky Mediantoro, Ketua Ikatan Alumni ITB Arfi Rafnialdi, Ketua Karang Taruna Kota Bandung Fiki Satari, hingga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung Priana Wirasaputra.

Belum diterima

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bandung Herry Mos belum menerima surat rekomendasi itu. Namun, ia telah mendapat verifikasi keabsahan surat itu dari Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa. Ia masih menunggu penyerahan surat itu dari DPW, untuk kemudian diserahkan secara langsung kepada Yossi di DPD Partai Nasdem Kota Bandung.

Berdasarkan hasil penjaringan DPD Partai Nasdem Kota Bandung, kata Herry, nama Yossi memang muncul dengan nilai tertinggi. Saat penjaringan, terdapat uji kelayakan dan kepatutan yang menghadirkan sejumlah pakar dari akademisi di bidang pemerintahan dan ekonomi untuk menguji para kandidat.

“Memang kalau rekomendasi itu sesuai dengan laporan dan segala macamnya. Soal elektabilitas dan kapabilitas itu sudah lewat fit and proper test. Saya lihat DPP normatif melihat hasil penjaringan itu, ya, (Yossi) memang paling tinggi dari penjaringan, maka rekomendasi jatuh ke Pak Yossi,” ujarnya.

Komunikasi

Berkenaan dengan Yossi yang telah mendapat dukungan Partai Hanura, Herry mengatakan, selama ini proses komunikasi antarpartai terjalin dengan baik. Tinggal bagaimana menentukan kandidat pasangan wakil wali kota bagi Yossi.

“Komunikasi kita jalan terus dengan Hanura, selain itu kita juga mendorong calon yang direkomendasikan untuk melakukan komunikasi. Pasangan calon ini kan soal chemistry dan sisi elektabilitas. Pertimbangannya kandidat wakil ini harus memberikan daya dongkrak terhadap elektabilitas,” ujarnya.

Jumlah ambang batas pencalonan dari gabungan partai yang mendukung Yossi memicu prediksi munculnya tiga pasangan calon. Sebelumnya, Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat telah melengkapi syarat dukungan hasil koalisi Partai Golkar-Partai Demokrat. Sementara kursi dukungan koalisi PKS-Gerindra juga telah lengkap dengan cawalkot Oded M Danial yang tengah menunggu pasangan. Tinggal menunggu penentuan dari PDIP, pemilik 12 kursi, PPP 2 kursi, dan PKB 1 kursi.***

Baca Juga