Korban Penggusuran PT KAI Kembali Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Unjuk rasa/ADE BAYU INDRA/PR
SEJUMLAH masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 23 November 2017. Mereka menuntut penghentian kriminalisasi terhadap rakyat kebon jeruk, korban penggusuran yang menang di pengadilan atas PT KAI pada 26 Juli 2016 lalu, yang merasa terganggu di tengah proses membangun kembali rumah dan kehidupannya.*

BANDUNG,(PR).- Puluhan warga Kebon Jeruk Kota Bandung bersama dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran berunjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kamis 23 November 2017.

Massa mulai berkumpul sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam aksi ini warga Kebon Jeruk menuntut dua hal. Yaitu memberhentikan penyelidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat kepada 25 warga kebon Jeruk. Jika ingin adanya penyidikan warga meminta kepolisian untuk menyelidiki di kawasan Kebon Jeruk.

Aksi yang dilakukan oleh warga Kebon Jeruk dan aliansi mahasiswa dan aktivis Bandung ini di ikuti oleh kurang lebih 150 massa.

Warga dan aliansi menginginkan Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menemui mereka untuk mengadakan negosiasi. Sedangkan pihak Polda Jabar memberikan opsi bahwa perwakilan saja yang masuk dan melakukan negosiasi antara peserta aksi dengan pihak Kepolisian daerah Jawa Barat.

Tidak sesuai prosedur

Korban penggusuran menilai ini tindakan kriminalisasi oleh PT KAI. "Karena ada proses hukum yang dilanggar oleh Polda Jabar,” ujar Yoga salah satu aktivis Aliansi Rakyat Anti Penggusuran.

Hal ini dikuatkan dengan hasil keputusan Pengadilan Negeri Bandung yang dilaksanakan pada 31 maret 2017. Ketika hakim memenangkan warga sebagai penggugat PT. KAI atas penguasaan lahan.

“Kenapa Kepolisan Daerah Jabar melakukan tindakan yang mana sudah mendapatkan keputusan melalui Pengadilan Negeri,” tambahnya.

Pada pukul 11.00 WIB masa melakukan blokade jalan di depan Mapolda Jabar dikarenakan keinginan mereka untuk melakukan diskusi dengan pihak kepolisian tidak terpenuhi. Blokade yang dilakukan masa berlangsung kurang lebih 30 menit ini menyebabkan jalur lambat Jalan Soekarno Hatta tersendat.

Beberapa personel polisi yang sedang berjaga sempat melakukan tekanan balik terhadap masa yang melakukan blokade jalan. (Djati Waluyo)***

Baca Juga

Pembunuh Siswa SMK Itu Ternyata Temannya Sendiri

BANDUNG, (PR).- Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, jajaran Polrestabes Bandung mengungkap kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar SMK, Fahmi Amrizal (18).

Ada Pisau di TKP Siswa SMK Tewas dengan Luka Tusuk

BANDUNG, (PR).- Seorang  siswa SMK, Fahmi Amrizal (18) ditemukan tergeletak dengan sejumlah luka tusuk di Gang Hegarmanah Jalan Paralon Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Rabu 6 Desember 2017 sekitar pukul 21.30 WIB.

Ini Hasil Lengkap KPID Jabar Award 2017

BANDUNG, (PR).- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kembali menggelar KPID Jabar Award tahun ini. KPID Jabar Award yang digelar untuk ke-10 kalinya ini kembali memberikan apresiasi kepada insan penyiaran di Jawa Barat.

Warga Cibiru Salat Berjemaah di Lapangan Terbuka

SUBUH keliling menjadi program Pemerintah Kota Bandung yang kini rutin dijalankan Pimpinan Kota Bandung disetiap minggu, salah Satunya Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto yang sudah rutin menggelar Shalat Shubuh Keliling ke setiap daerah di Kota Bandung di Hari Minggu.