Kontras dengan Purwakarta, Jalan di Perbatasan Bandung Barat Rusak Berat

Jalan Rusak/DEDEN IMAN/PR
WARGA melintasi jalan Ciparang yang rusak parah di Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 21 November 2017. Masih banyak jalan di wilayah Kecamatan Cikalong wetan yang masih rusak.*

NGAMPRAH, (PR).- Sejumlah jalan desa maupun jalan kabupaten di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat masih dalam kondisi rusak berat. Bahkan, Jalan Ciparang di Desa Ganjarsari yang menghubungkan Bandung Barat dengan Purwakarta belum tersentuh perbaikan selama belasan tahun. Padahal, memasuki Purwakarta dari Ganjarsari jalannya sudah bagus.

Seorang warga, Tata (62) menuturkan, Jalan Ciparang merupakan jalur strategis yang banyak dilalui kendaraan roda empat. Selain untuk pengangkutan sayur, jalan itu pun banyak dimanfaatkan oleh masyarakat umum karena dapat memangkas jarak dan waktu tempuh dibandingkan lewat jalan protokol.

"Dulu itu sebelum ada jalan tol, jalan ini sangat ramai. Sekarang juga masih banyak yang lewat, kebanyakan untuk pengangkutan sayur dari Cikalongwetan atau Cisarua ke Jakarta. Masyarakat sekitar juga lewat jalan ini untuk aktivitas sehari-hari," kata Tata di Kampung Ciparang, Selasa, 21 November 2017.

Menurut dia, di Cikalongwetan, khususnya di Ganjarsari, masih cukup banyak jalan yang dalam kondisi rusak. Kalau musim hujan, jalan yang rata-rata berupa bebatuan besar dan tanah merah menjadi licin sehingga membahayakan para pengguna jalan.

Pemekaran Bandung Barat dari Kabupaten Bandung dinilai belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

"Sama saja, sesudah lahir Kabupaten Bandung Barat juga jalan ini tetap enggak berubah. Masih jelek seperti begini. Padahal, di Cikalongwetan juga kan banyak tempat wisata, enggak kalah dengan di Lembang. Kalau jalannya bagus, daerah ini tentu bisa ramai oleh wisatawan," katanya.

Belum tersentuh perbaikan

Kepala Desa Ganjarsari Hasan Basor mengakui bahwa Jalan Ciparang yang panjangnya sekitar tujuh kilometer belum tersentuh perbaikan. Menurut dia, setengah dari jalan itu pun berstatus milik Perhutani. Sementara Jalan Ciparang yang berstatus sebagai jalan desa, kata Hasan, akan segera dibenahi.

"Jalan Ciparang memang rusak, jalurnya itu dari perbatasan Purwakarta sampai Desa Cipada (Cikalongwetan). Untuk 2018 sudah diajukan buat perbaikannya, tetapi memang belum menyeluruh. Jadi, di jalur Ciparang yang merupakan jalan desa itu terdapat dua dusun. Satu kilometer masuk ke Dusun IV dan dua kilometer lagi masuk Dusun III. Nah, Dusun III mengajukan prioritas untuk jalan itu," katanya.

Sementara Jalan Ciparang yang berada di wilayah Dusun IV, lanjut dia, belum direncanakan buat perbaikannya karena masyarakat di Dusun IV ingin prioritas pembangunan infrastruktur untuk jalan ke RW 12 atau ke Kampung Nagrak. Pemerintah desa, kata Hasan, melaksanakan pembangunan berdasarkan aspirasi dari masyarakat.

"Yang repot itu, di Ganjarsari jalan desa hampir sepanjang 30 kilometer. Perbaikan di wilayah Ciparang itu kan perlu biaya cukup besar. Sementara desa di pinggiran seperti Ganjarsari, ya hanya mengandalkan dana desa dan alokasi dana desa. Aset desa itu sangat kecil, ada juga carik. Yang bikin Akta Jual Beli saja, setengah tahun itu cuma dua orang," katanya.

Sementara itu, Camat Cikalongwetan Duddy Prabowo mengatakan, perbaikan jalan kabupaten di wilayah Ganjarsari meliputi jalan sepanjang 200 meter, yang termasuk dalam ruas Jalan Cisomang-Cipada. Selain itu, beberapa ruas jalan kabupaten lainnya juga diperbiaki. "Sekarang rata-rata masih dalam pengerjaan," ujarnya.***

Baca Juga

Bukan Aset Pemkab, Pedagang Pasar Lembang Cemas

NGAMPRAH, (PR).- Sejumlah pedagang Pasar Panorama Lembang menginginkan jaminan atas pembayaran kios/los, karena khawatir tak bisa menempatinya seusai pembangunan pasar rampung.

Nilai Belanja Tak Terduga Bandung Barat Menurun

NGAMPRAH, (PR).- Berbeda dengan tahun ini yang dianggarkan Rp 19 miliar di APBD murni dan Rp 7 miliar di perubahan APBD, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat hanya menganggarkan Rp 5,5 miliar untuk belanja tidak terduga (BTT) di APBD 2018.

Pembukaan Jalan Baru di Punclut, Diprotes Warga

NGAMPRAH, (PR).- PT DAM Utama Sakti Prima melakukan pembukaan jalan baru pada lahan perkebunan di daerah berbukit, sekitar Punclut, di Kampung Sukasari, RT 1 RW 12, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang.

Buka Jalan Baru di Punclut, PT DAM Sebut Sudah Punya Izin Lokasi

NGAMPRAH, (PR).- PT DAM Utama Sakti Prima menyatakan telah memiliki izin lokasi seluas sekitar 84,21 hektare untuk pembangunan kawasan wisata terpadu di Punclut, termasuk di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kesal, Warga Bangun Benteng di Depan Minimarket

NGAMPRAH, (PR).- Kesal lantaran kerap menggunakan lahan orang lain, warga memasang benteng pembatas persis di depan minimarket yang berada di pinggir Jalan Raya Tangkubanperahu, Kampung Karangtengah, RT 3 RW 15, Desa Cikole, Kecamatan Lemb