Terseret Arus 5 Kilometer, Dio Ditemukan Meninggal

Ilustrasi/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Setelah tiga hari masa pencarian, Dio Agia Putra (7), bocah yang jatuh ke parit terseret arus usai melaksanakan salat Jumat 17 November 2017 lalu kini telah ditemukan. Jenazah Dio ditemukan  tepatnya sekitar pukul 07.30 pagi Minggu 19 November 2017, di saluran irigasi di Cisaranten dengan kondisi sudah tak bernyawa.

“Tim SAR  gabungan telah berhasil tadi pagi, jam setengah delapan tepatnya. Menemukan korban atas nama Dio Agia Putra di saluran irigasi di Cisaranten arah Gedebage. Jaraknya emang agak jauh dari lokasi hanyut yaitu sekitar 5 km, dengan posisi sudah meninggal,” jelas Humas Basarnas Jabar, Joshua Banjarnahor saat on air di Radio PRFM.

Joshua mengatakan, arus parit yang deras dan ukuran gorong-gorong yang tidak terlalu besar, menjadi kendala dalam proses pencarian selama tiga hari tersebut. Hal itu mengharuskan tim untuk menunggu arus lebih reda agar tidak membahayakan dan terseret arus.

“Yang pasti arus sungai deras. Selain itu di gorong-gorong mencoba masuk juga tidak masuk karena ukuran yang gak besar. Itu malah akan membahayakan para tim. Jadi kita menunggu arus lebih reda, pagi tadi tepatnya arus tidak seperti dua hari kebelakang,” ungkapnya.

Saat ditemukan, kata Joshua, jenazah korban sudah berada di tepi sungai. “Kita mencari di sekitar wilayah situ, dan ada anak kecil yang bermain dia  melihat ada sesosok mayat. Kita langsung mencari. Dari situ belum bisa memastikan itu Dio. Setelah kita membawa kerabat atau keluarga korban, langsung dipastikan itu Dio. Lalu kami bawa ke rumah duka dan langsung di makamkan,” katanya.

Hati-hati arus deras

Atas kejadian itu, Joshua pun mengimbau kepada para orangtua untuk terus meningkatkan kewaspadaan pada anak-anaknya yang bermain di sekitar sungai. Terlebih saat ini tengah musim hujan yang dapat menyebabkan arus sungai lebih deras.

“Terseret arus parit, tidak begitu besar tapi deras karena habis hujan. Perhatian untuk orangtua tetap waspada untuk menjaga anak-anaknya yang bermain di selokan atau sungai, karena sekarang masuk musim penghujan. Apalagi dua bulan ini udah ada kasus 4 seperti ini,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan PR, petugas gabungan dari Basarnas, PMI, Tim Search Rescue Dinas  Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Satpol PP Kota Bandung masih mencari Dio hingga Sabtu malam. Tiga titik pencarian menjadi fokus. 

Bocah ini terpeleset dan masuk selokan di Jalan Moch Syahri, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati. Selain gorong-gorong di Sindangjua pencarian juga fokus di aliran Sungai Cigintung, Cilameta, dan Cinambo.

Baca Juga

Ini Hasil Lengkap KPID Jabar Award 2017

BANDUNG, (PR).- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kembali menggelar KPID Jabar Award tahun ini. KPID Jabar Award yang digelar untuk ke-10 kalinya ini kembali memberikan apresiasi kepada insan penyiaran di Jawa Barat.

Ada Pisau di TKP Siswa SMK Tewas dengan Luka Tusuk

BANDUNG, (PR).- Seorang  siswa SMK, Fahmi Amrizal (18) ditemukan tergeletak dengan sejumlah luka tusuk di Gang Hegarmanah Jalan Paralon Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Rabu 6 Desember 2017 sekitar pukul 21.30 WIB.