Ini Hasil Lengkap KPID Jabar Award 2017

KPID Jabar Award 2017/HUMAS JABAR

BANDUNG, (PR).- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kembali menggelar KPID Jabar Award tahun ini. KPID Jabar Award yang digelar untuk ke-10 kalinya ini kembali memberikan apresiasi kepada insan penyiaran di Jawa Barat.

Salah satu penerima penghargaan yaitu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Peduli Penyiaran di Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mewakili Aher menerima anugerah tersebut dalam Malam Penganugerahan KPID Jabar Award 2017 di Grand Asrilia Hotel, Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 123, Kota Bandung, Jumat 17 November 2017 malam.

"Yang penting adalah penghargaan ini memacu kreativitas bagi insan penyiaran, agar membuat program (penyiaran) yang lebih baik lagi ke depan, lebih wangi, sehingga bisa menginspirasi masyarakat Jawa Barat khususnya. Bisa mendorong masyarakat bisa lebih cerdas," ujar Deddy Mizwar.

Menurut dia, KPID sebagai garda terdepan dalam pengawasan siaran media harus mampu mendorong lembaga media sebagai bagian dari pelaku pembangunan bangsa. Media menjadi kekuatan kelima atau pentahelix setelah pemerintah, pengusaha, akademisi, dan komunitas masyarakat.

"Media harus menjadi kekuatan besar dalam langkah pembangunan bangsa ini. Karena itulah, kita harapkan dengan adanya penganugerahan atau awarding untuk insan penyiaran di Jawa Barat khususnya, maka mutu siaran dari lembaga penyiaran harus baik, mencerdaskan bangsa, khususnya bagi masyarakat Jawa Barat," ujar Deddy dalam pernyataannya saat mewakili Aher menerima anugerah Kepala Daerah Peduli Penyiaran dalam ajang KPID Jabar Award 2017.

Ketua KPID Jabar, Dedeh Fardiah, menilai Pemprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan Aher selalu aktif mendukung KPID Jabar dan dunia penyiaran di Jawa Barat. Menurut dia, dukungan itu justr muncu di tengah banyaknya pemerintah daerah lain yang tidak melakukannya.

Bentuk dukungan yang diberikan Pemprov Jawa Barat, lanjut Dedeh, seperti anggaran dan fasilitas dalam setiap event penyiaran di Jawa Barat, salah satunya KPID Jabar Award. Oleh karena itu, KPID Jabar terus bisa menggelar KPID Jabar Award hingga sepuluh kali penyelenggaraan.

Ia berharap Pemprov Jabar dan DPRD Jabar terus mendukung KPID dalam mengawal penyiaran yang sehat.

Hasil lengkap

Berikut daftar para pemenang dan tokoh penerima KPID Jabar Award ke-10 tahun 2017:

Penyiaran Televisi

  1. Kategori Berita Televisi: RCTV Cirebon (Wewara Basa Cerbon),
  2. Kategori Feature dan Dokumenter Televisi: Bandung TV (Ekspedisi Geopark Ciletuh),
  3. Kategori Talkshow Televisi: I News TV Jabar (Spesial Report),
  4. Kategori Seni Hiburan dan Budaya Lokal Televisi: MGS TV Bogor (Sudah Kenal Semakin Dekat),
  5. Kategori Program Anak-Anak Televisi: TVRI Bandung (Dunia Anak),
  6. Kategori Seni dan Budaya Lokal Stasiun Sistem Jaringan (SSJ) Televisi: Net TV Jabar (Gamelan Degung Hiburan Para Rakyat),

Penyiaran Radio

  1. Kategori Berita Radio: LPPL Kabupaten Kuningan (Info Kuningan),
  2. Kategori Talkshow Radio: PR FM Bandung (Kontroversi),
  3. Kategori Seni dan Budaya Lokal Radio: Sindo Trijaya FM Bandung (Ngadu Bako),
  4. Kategori Program Anak Radio: RRI Bandung (Pelangi Anak Nusantara),
  5. Kategori Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Radio Swasta: Dahlia FM Bandung (Buang Gadget Untuk Anak)
  6. Kategori ILM Radio Komunitas: Radio Komunitas CBS Cirebon (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

Penghargaan juga diberikan kepada Tokoh Radio dan Televisi yang telah berjasa dalam dunia penyiaran di Jawa Barat dalam bentuk Lifetime Achiefment Award 2017, yaitu: H. Kuswadijaya Jamhari atau Mang Jaya (Tokoh Radio Jawa Barat) dan Hj. Popong Otje Djunjunan atau Ceu Popong (Tokoh Televisi Jawa Barat).

Selain Aher, kepala daerah yang mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Peduli Penyiaran, yaitu Bupati Kuningan Acep Purnama, serta DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai DPRD Peduli Penyiaran di Jawa Barat.

Ada 536 lembaga penyiaran di seluruh Jawa Barat. Sementara jumlah karya yang masuk ke panitia dan layak dinilai ada 124 karya siar radio dan 53 karya siar televisi. Karya-karya tersebut dinilai dengan bobot 70% oleh Dewan Juri Independen, seperti Atie Rahmatie, Obsatar Sinaga (KPI Pusat), Harlyantara, Nursyawal, Usman Supendi. Sementara 30% bobot nilai sisanya berdasarkan tract record lembaga penyiaran dalam menerapkan Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3)-Standar Program Siaran (SPS).***

Baca Juga