Banjir Bandung Selatan Meluas

Jalan Dayeuhkolot Terendam/ECEP SUKIRMAN/"PR
WARGA dan beberapa pengendara menerobos genangan banjr di Jalan Raya Daeyuhkolot di depan Masjid Ash-Shofia, Rabu, 15 November 2017. Diguyur hujan sejak Selasa siang hingga Rabu dini hari, 14-15 November 2017, wilayah Kabupaten Bandung kembali dikepung banjir. Genangan banjir semakin meluas dan ribuan warga terdampak banjir semakin bertambah.Sejumlah akses jalan pun turut terendam banjir.*

SOREANG, (PR).- Diguyur hujan sejak Selasa siang hingga Rabu dini hari, 14-15 November 2017, wilayah Kabupaten Bandung kembali dikepung banjir. Genangan banjir Bandung Selatan ini semakin meluas dan ribuan warga terdampak banjir semakin bertambah.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu pagi, ruas jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung sudah terendam banjir dan relatif tidak bisa dilalui kendaraan. Beberapa pengendara memilih ruas jalan alternatif lainnya meskipun dengan risiko terjebak penumpukan kendaraan.

Tidak hanya itu, aktivitas niaga di Pasar Dayeuhkolot pun lumpuh. Sebagian besar pemilik kios memilih tidak berjualan karena kiosnya terendam banjir dengan ketinggian permukaan banjir sekitar 25 sentimeter. Hanya ada beberapa pedagang yang tetap berjualan di pasar tradisional tersebut.

Tidak hanya merendam kawasan permukiman di Daerah Aliran Sungai Citarum, banjir sempat merendam sejumlah akses jalan dan permukiman penduduk di DAS Cisangkuy dan DAS Cikapundung hilir pada Selasa malam. Genangan banjir di DAS Cisangkuy terjadi di wilayah Kampung Kamasan dan sekitarnya di Kecamatan Banjaran. Akibatnya, jalan penghubung Banjaran-Pangalengan dan Banjaran-Soreang terendam banjir hingga berjam-jam. Pengendara yang hendak melintasi titik genangan, rela menunggu banjir surut. Akses jalan relatif tidak bisa dilalui kendaraan dengan ketinggian permukaan banjir yang menggenangi jalan mencapai 30 sentimeter.

Sedangkan di DAS Cikapundung hilir terjadi di Kampung Cijagra yang juga berada di DAS Citarum. Akses Jalan Ciparay-Buahbatu digenangi banjir dengan ketinggian permukaan banjir 25 sentimeter. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung pun terus melakukan evakuasi warga di wilayah permukiman yang terendam banjir.

Pada Rabu pagi, akses Jalan Banjaran-Pangalengan dan Jalan Banjaran-Soreang sudah bisa dilalui kendaraan. Akan tetapi, titik genangan masih terjadi di Jalan Ciparay-Buahbatu, tepatnya di Kampung Cijagra. Penumpukan kendaraan pun tidak bisa terhindarkan. Jalan utama yakni Jalan Raya Dayeuhkolot sudah terendam banjir dengan ketinggian permukaan banjir mencapai 60 sentimeter.

Seorang pengendara yang hendak menuju Kota Bandung, Dadang Kusnandar (39) mengatakan, penumpukan kendaraan di ruas jalan alternatif menuju Kota Bandung itu sudah terjadi sejak Rabu pagi. Para pengendara ini terpaksa melintasi jalur ini karena sudah tidak ada jalur lain untuk dilalui meskipun jalur ini pun ada genangan banjir. Akan tetapi, titik genangan banjir di ruas jalan ini masih relatif bisa dilalui.

“Macetnya (lalulintas) sudah dari tadi pagi. Banyak kendaraan yang tertumpuk di jalur ini soalnya jalur Dayeuhkolot sudah tidak bisa dilalui kendaraan,” ucap Dadang.

Titik Genangan Banjir

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bandung, titik genangan banjir Bandung selatan di 3 kecamatan langganan banjir yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, terus meluas. Di wilayah Kecamatan Baleendah, titik genangan menerjang 7 permukiman penduduk dan 1 akses jalan yakni Jalan Andir-Katapang yang sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Ketinggian permukaan banjir yang menggenangi permukiman penduduk bervariasi di antaranya di Kampung Parunghalang RW 2 (50 cm), Kampung Cibadak RW 5 (165 cm), Kampung Ciputat RW 6 (80 cm), Kampung Muara RW 7 (90 cm), Kampung Uwak RW 8 (80 cm), Kampung Cigosol RW 9 (180 cm), dan Kampung Ciputat RW 13 (170 cm).

Titik genangan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot yakni di Desa Citeureup (15 permukiman penduduk), Desa Dayeuhkolot (14 permukiman penduduk), dan Kelurahan PAsawahan (2 permukiman penduduk). "Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, banjir menggenangi 2 permukiman penduduk di Desa Bojongsoang dan 2 permukiman penduduk di Desa Bojongsari. Ketinggian permukaan banjir bervariasi. Kami terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir yang hendak mengungsi. Petugas kami terus bersiaga di titik permukiman yang terendam banjir,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan.

Masih dikatakan Tata, masih tingginya intensitas hujan dikhawatirkan genangan banjir pun terus meluas. Pihaknya pun berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dalam untuk mengantisipasi terjadinya frekuensi evakuasi warga terdampak banjir.***

Baca Juga

Warga Bandung Selatan Khawatir Banjir Meninggi

SOREANG, (PR).- Masyarakat terdampak banjir luapan Sungai Citarum masih khawatir jika banjir menerjang pemukiman mereka lagi. Meskipun banjir mulai surut pada Rabu, 8 November 2017 siang.

Longsor Timpa Rumah, Polsek Ibun Bantu Korban

SOREANG, (PR).- Kepolisian Sektor Ibun kembali menyalurkan bantuan material bahan bangunan kepada korban longsor yang terjadi pada Selasa 7 November 2017.