Pemisahan Bayi Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dilakukan

Bayi Kembar Siam/NOVIANTI NURULLIAH/PR
Bayi kembar siam Ahmad Gani dan Ahmad Malik.*

BANDUNG, (PR).- Tim dokter kembar siam RSUP dr Hasan Sadikin belum bisa memutuskan nasib bayi kembar asal Padalarang Kabupaten Bandung Ahmad Gani dan Ahmad Malik, terkait pemisahan bayi kembar tersebut. Hal itu dikarenakan kondisi kedua bayi tersebut riskan jika harus dipisahkan.

Bahkan tim dokter bayi kembar RSHS pun harus berkonsultasi dengan tim etik RSHS dan tim etik nasional terkait penanganan bayi kembar tersebut.

"‎Secara teoritis agak sulit dipisahkan karena ada kelainan jantung dan paru-paru yang berat.‎ Untuk pemisahan sudah kami rundingkan, ternyata mereka berpendapat bahwa pemisahan ini sulit dilakukan karena kondisi pasien saat ini buruk dan beresiko terancam jiwanya, ini jelek sekali," ujar Ketua Tim Kmebar Siam RSHS, dr Sjarief Hidajat kepada wartawan di RSHS, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017.

Menurut dia, kalau bayi kecil (Malik) memburuk atau ekstrimnya meninggal, maka akan mempengaruhi kembarannya juga (Gani). "Ini problem dilematis bagi kami," ‎kata dia.

Diakui Sjarief, pihaknya akan diskusi lagi dengan tim etik RSHS dan tim etik nasional. Diakui Sjarief kasus bayi kembar siam tersebut secara etik perlu dibahas karena pihaknya belum pernah melakukan pemisahan dengan kasus bayi seperti ini. Bahkan di Indonesia pun belum pernah terjadi.

"Saya akan masih berkonsultasi, sudah dipastikan yang jelek ini akan pengaruhi‎ kondisi mereka,"ucap dia.

Sjarief menuturkan, bayi berusia empat hari tersebut keadaannya tidak terlalu baik. Bayi pertama atau Gani, kondisinya bagus pada umumnya dengan jantung dan paru-paru yang berfungsi baik.

Sebaliknya, sang adik yang tubuhnya relatif lebih kecilnya paru-parunya mengalami kelainan, dan jantungnya pun bocor berat sehingga menyebabkan kondisi bayi tersebut biru.

"Biru karena tidak bisa melakukan oksigenisasi dengan baik karena dua organ itu penting untuk oksigenisasi. Jadi sekarang bayi tersebut kondisinya tergantung bantuan respirator," kata dia.

Adapun yang akan dilakukan sekarang ini, lanjut dia, pihaknya tetap melakukan dukungan respirasi yang optimal.

"Memang kondisinya kadang-kadang membaik dan keadaan ini harus dipertahankan terus,"ucap dia.***

Baca Juga

pembuangan bayi

Kasus Kembar Siam Gani-Malik Berbeda dengan Wanda-Wandi

NGAMPRAH, (PR).- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Pupu Sari Rohayati mengatakan, kasus Gani-Malik, bayi kembar siam asal Padalarang berbeda dengan kasus kembar siam yang sempat dialami Wanda-Wandi asal Kecamatan Cipeundeuy.

Iwa Paparkan Isu Utama Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG,(PR).- Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa, membawa  isu utama pembangunan Jawa Barat ke depan dalam Silaturahmi dan Curah Gagasan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 Bersama Tokoh Masyarakat Jabar, di Hotel Horison, Kota

ICMI Dorong Deddy Mizwar Maju di Pilgub Jabar 2018

BANDUNG, (PR).- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat mendorong Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jawa Barat untuk periode 2018-2023.