Aplikasi SEHAT Tekan Jumlah Rujukan

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil/DOK HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Dinas Kesehatan Kota Bandung menyediakan aplikasi yang menghubungkan dokter umum dengan dokter spesialis, dengan nama Sistem Elektronik Aplikasi Rujukan Terpadu (SEHAT). Aplikasi ini untuk melengkapi pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I) seperti puskesmas, klinik atau dokter umum, sehingga jumlah pasien rujukan bisa ditekan.

“Aplikasi ini berguna untuk memberikan kemudahan bagi para dokter, dan sekaligus melengkapi layanan kesehatan bagi masyarakat kota Bandung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita, dalam peluncuran aplikasi Sehat itu, di Balai Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017.

Aplikasi Sehat adalah hasil hibah dari Dr. Andrew Rochford, petinggi perusahaan yang bergerak di bidang teknologi kesehatan DOCTA, dari Sydney, Australia. Terdapat dukungan perangkat tablet pintar dari salah satu produk gawai yang akan dibagikan kepada 75 dokter puskesmas, 40 dokter spesialis, 25 dokter FKTP prolanis lain, dan 10 dokter subspesialis.

Pada penerapannya, setiap dokter yang terdaftar melalui aplikasi bisa terkoneksi satu sama lain. Dokter puskesmas akan memberikan catatan hasil pemeriksaan pasien kepada dokter spesialis melalui gawai.

Jika dibutuhkan, hasil pemeriksaan dari catatan yang lebih spesifik bisa difoto langsung dari gawai dan dikirimkan. Hasil diagnosa dokter spesialis pun langsung dipresentasikan kepada dokter umum dengan percakapan melalui video yang tersedia dalam aplikasi Sehat.

Rita menjelaskan, aplikasi itu bertujuan untuk mengurangi angka rujukan pasien non spesialistik dari pelayanan kesehatan dasar yang diberikan oleh puskesmas, klinik atau dokter umum di Faskes I ke Faskes lanjutan.

Seperti diketahui, jenjang setelah Faskes I terdapat Faskes II melalui pelayanan kesehatan spesialistik oleh dokter spesialis atau dokter gigi spesialis, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan berupa Klinik utama atau yang setara, Rumah Sakit Umum, dan Rumah Sakit Khusus. Selain itu, keterhubungan antardokter ini juga mengurangi angka antrian pasien di RS.

“Sistem dari aplikasi ini menguatkan dokter umum di Faskes I sebagai gate keeper Sistem Kesehatan Nasional dan Sarana transfer of knowledge dari dokter spesialis ke dokter umum di puskesmas,” tuturnya.

Hasil riset 4 tahun

CEO DOCTA, Andrew, yang hadir dalam acara itu menjelaskan, sistem rujukan cepat antardokter itu merupakan hasil riset sejak 4 tahun lalu. Beragam simulasi telah dilakukan kepada berbagai jenis dokter spesialis.

“Sistem ini telah dilakukan di India, dan berjalan baik. Kami harap sistem ini bisa membantu pelayanan bagi para pasien di Kota Bandung,” ujarnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, selain mempermudah pelayanan, hadirnya aplikasi itu  juga meringankan biaya kesehatan warga, dan memperkecil jumlah pasien yang perlu dirujuk ke rumah sakit.

“Saat ini kan biaya kesehatan cukup mahal, dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, rawat jalan maupun menembus obat, memakan biaya yang banyak. Maka dari itu hadirnya aplikasi sehat ini insyaallah mempermudah semua urusan kesehatan, supaya enggak usah sedikit-sedikit ke rumah sakit,” ujarnya.***

Baca Juga

Kota Bandung Kembali Dianugerahi Smart City 2017

WAKlL Wali Kota Bandung Oded M.Danial mengatakan, penghargaan yang kembali diterima oleh Kota Bandung merupakan hasil dari kerja keras dan keuletan semua pihak baik Pemerintah Kota Bandung.