Taman Asia Afrika Ada di Kiaracondong

Taman Asia Afrika/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
WARGA memotret lahan bongkaran Kiaracondong di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jumat, 3 November 2017. Lahan tersebut dalam waktu dekat akan dibangun menjadi Taman Asia Afrika.*

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung akan kembali memiliki taman baru, yakni Taman Asia Afrika. Taman tersebut didedikasikan kepada sejarah yang pernah tertoreh pada tahun 1955.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, dirinya mendapatkan permintaan dari negara-negara Asia dan Afrika agar memiliki tempat yang merepresentasikan sejarah Konferensi Asia Afrika selain Gedung Merdeka. Permintaan tersebut kini bisa diwujudkan dalam bentuk taman.

"Saya putuskan taman di sini bukan sekadar taman dan hutan kota, tapi punya tema sejarah namanya Taman Asia Afrika," tutur Ridwan saat melakukan peletakan batu pertama pembuatan Taman Asia Afrika di Jalan Kiaracondong, Jumat, 3 November 2017.

Taman tersebut akan dibangun seluas 2,6 hektare. Luasan tersebut merupakan kewajiban pembangunan Ruang Terbuka Hijau di atas lahan seluas 13 hektar milik Pemerintah Kota Bandung yang akan dibangun kemudian hari.

Pembangunan RTH tersebut didahulukan agar manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Adapun pengerjaan taman tersebut diperkirakan akan memakan waktu 5-6 bulan.

"Sesuai janji saya dulu, bahwa penataan kawasan Kiaracondong ini kita mendahulukan hutan kota dan taman kota dengan temanya Taman Asia Afrika. Janji itu sampai di hari ini," katanya.

Di taman tersebut, selain akan menjadi ruang rekreasi dan edukasi, ada juga fungsi untuk penahan banjir.

"Jadi tidak hanya estetika tapi untuk memastikan menjadi serapan saat hujan, jadi saluran-saluran kita arahkan ke sini dengan teknologi filter air," jelasnya.

Kerjasama dengan swasta

Pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut dilakukan oleh pihak swasta dengan mekanisme kerja sama investasi. Skema tersebut berubah dari sistem lama yang biasanya menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT).

Kini, pemerintah kota telah membentuk perusahaan daerah yang akan mengelola aset-aset kota, yakni Bandung Infra Investama. Instrumen tersebut dinilai akan lebih memberi keuntungan kepada pemerintah.

"Diharapkan ini akan lebih fair. Income buat pemkot-nya insya Allah lebih besar. Sudah dicek ke BPKP untuk asas keadilannya, saya kira ini akan luar biasa," tutur Ridwan Kamil.

Pengelolaan sisa lahan di Jalan Kiaracondong itu juga akan langsung dikerjasamakan dengan PT. BII. Berbagai infrastruktur akan dibangun, bentuknya bisa berupa zona ekonomi atau hunian, sesuai dengan kebutuhan.

"Kalau hunian, dari 100%, ada 20% harus untuk pasar menengah bawah. Pasar ini kita dahulukan untuk warga yang pernah tinggal di sini," katanya.***

Baca Juga

Metro Kapsul Bandung Mulai Dibangun September 2018

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung menargetkan peletakan batu pertama penanda dimulainya konstruksi sistem transportasi massal Metro Kapsul Bandung pada September 2018.

Pedagang Dukung APP Tetap Kelola Pasar Baru

BANDUNG, (PR).- Polemik soal pengelolaan Pasar Baru Bandung terus bergulir, pasca Walikota Bandung Ridwan Kamil mengeluarkan pernyataan soal kaji ulang pengelolaan Pasar Baru oleh PT Atanaka Persada Permai (APP).

Tim Layad Rawat Dilengkapi Ambulans Mini ICU

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung mendapat bantuan 17 unit sepeda motor beserta perlengkapan medis tambahan untuk Tim Layad Rawat dari PT Angkasa Pura II dan BPJS Kesehatan.

ATM Beras Kota Bandung Hadir di Lima Masjid dan Satu Gereja

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung kembali meluncurkan inovasi termutakhirnya yaitu ATM Beras. Melalui ATM Beras Kota Bandung, warga miskin bisa memperoleh beras premium hanya dengan menggunakan kartu yang telah disiapkan.