Dana Tanggap Darurat Bencana Rawan Penyelewengan

Ilustrasi/REUTERS

BANDUNG, (PR).- DPRD Provinsi Jawa Barat mengajak semua pihak ikut serta mengawasi dana tanggap darurat yang diperuntukkan bagi bencana alam. Hal ini mengingat besarnya anggaran tersebut setiap tahunnya, yakni sekitar Rp 71 miliar yang dialokasikan Pemprov Jabar.

"Kami mengajak semua elemen termasuk masyarakat untuk mengawasi penggunaan data tersebut. Agar penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang menjadi korban musibah bencana," kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana, Senin, 23 Oktober 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Haris menuturkan, pengawasan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh semua elemen masyarakat di setiap daerah. Karena dana untuk bencana alam rawan penyalahgunaan atau penyelewengan yang melanggar hukum.

"Kenapa masyarakat harus mengawasi dana bencana tersebut karena semua daerah telah menyiapkan dana bencana yang masuk dalam APBD. Pengawasan dilakukan, supaya tepat sasaran dan masyarakat merasakan manfaat dari dana bencana tersebut," kata dia.

"Jadi harus diawasi secara ketat oleh semua elemen masayarakat agar penyalaahgunan dan penyelewengan dana bencana bisa dihindari," ujarnya lagi.

BPBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kata dia, harus terbuka kepada masyarakat tentang jumlah dana bencana alam yang diberikan oleh pemerintah.

"Jadi untuk memudahkan kontrol, maka dana bencana yang dimiliki daerah harus diketahui oleh masyarakat," kata dia.

Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat untuk meninjau dana bencana yang sudah ditetapkan tahun ini.

"Sehingga kita jadi tahu, apakah dana tersebut, mencukupi atau tidak. Kalau dirasakan masih kurang, maka harus segera diantisipasi sedini mungkin," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan persiapan dana bencana tersebut harus dimiliki setiap daerah agar bisa langsung melakukan aksi pada saat terjadi bencana alam.

"Ibaratnya jangan sampai pemda tidak memiliki dana bencana atau dananya kurang. Hal ini tentunya yang sangat tidak diharapkan," kata dia.***

Baca Juga

#KlipingPR Sukajadi Sirkuit Balap Kereta Peti Sabun

29 Desember 1985. Jalan Sukajadi Bandung saat ini dikenal sebagai kawasan yang cukup padat kendaraan. Bahkan biasanya kemacetan mengular di kawasan tersebut pada akhir pekan ketika dilalui kendaraan yang mengarah ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

ITB Buka Layanan Vaksin Difteri

BANDUNG, (PR).- Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka layanan vaksin difteri untuk civitas akademika dan tenaga kependidikan di Klinik Bumi Medika Ganesa (BMG).