Ridwan Kamil Dekati PPP, Tahan Hanura

Ridwan Kamil/HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Meskipun belum memenuhi syarat ambang batas kursi pencalonan Gubernur Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil tak serta merta panik dan memilih koalisi partai tanpa perhitungan. Wali Kota Bandung itu mengaku masih santai dalam membuka komunikasi dengan calon partai politik pengusung.

Perkembangan komunikasi dengan partai lain masih tetap didasari atas kecocokan visi dan misi dalam membangun Tanah Pasundan di masa mendatang. Ridwan merasa Partai Persatuan Pembangunan menjadi salah satu calon partai pendukung yang telah sejalur dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Nasdem.

“Bukan hanya condong (berkoalisi dengan PPP), memang yang nyambung dan visi misi bisa lebih sinkron sementara PKB, PPP, melengkapi Nasdem,” katanya, di Bandung, Jumat, 20 Oktober 2017.

Ridwan mengatakan, saat ini dirinya tengah intensif berkomunikasi dengan PPP terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Partai berlambang kabah ini memang dikabarkan berpeluang besar mengusung Emil pada Pilkada Jabar itu.

Ia pun berharap komunikasi yang makin intim dengan PPP mampu mewujudkan kesepakatan koalisi bersama Partai Nasdem dan PKB yang sebelumnya telah menyatakan dukungan resmi.

“(Komunikasi ini) Menyamakan visi dan misi pembangunan. Jadi kalau ditanya, saya sedang konsentrasi membangun komunikasi dengan PPP, mudah-mudahan finalisasi,” ujar Ridwan.

Saat ini, Ridwan akan segera menjalin komunikasi dengan DPW PPP Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat rencana pengusungan yang akan dilakukan DPP PPP. Jika koalisi PPP terealisasi, dukungan bagi Ridwan mencapai 21 kursi, melebihi ambang batas syarat pencalonan pilgub oleh koalisi partai di angka 20 kursi dukungan.

Amati partai lain

Berkat komunikasi yang intensif, Ridwan merasa lebih memiliki kedekatan dengan PPP dibanding partai lain. Sementara terkait partai politik lain yang dikabarkan telah mendekat masih ia amati.  Salah satu pertimbangannya yakni pergerakan partai lain menjelang pencalonan resmi.

“Terakhir kan Pak Aceng (Fikri) sebagai ketua dpd (Partai Hanura Jawa Barat) lebih cenderung ke Pak Dedi Mulyadi (cagub dan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat), makanya komunikasi (dengan Partai Hanura) saya tahan,” ujarnya.

Begitu pun dengan komunikasi dengan Partai Golkar. Ia mengaku tidak terlalu aktif membuka komunikasi, meskipun sempat beredar surat yang menyatakan rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Ridwan Kamil.

“Golkar mah saya enggak ngapa-ngapain. Da ti baheula ge teu ngapa-ngapain. Saya masih intensif dengan PPP,  itu saja,” katanya.***

Baca Juga

PDIP Hormati Pengusungan Ridwan Kamil oleh PPP dalam Pilgub

BANDUNG, (PR).- PDI Perjuangan menghormati pengusungan Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil, sebagai kandidat bakal calon gubernur di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat oleh Partai Persatuan Pembangunan.