Rumus ABC untuk Hadapi Dunia Siber

Ilustrasi/DOK. PR

BANDUNG,(PR).- Dunia siber merupakan dunia sangat luas yang bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Untuk tidak terjebak kepada dampak negatif dunia siber apalagi berurusan dengan aparat hukum, maka pengguna internet perlu mengetahui rumus 'ABC'.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Cyber Security Center (CSC) ITB, Yusep Rosmansyah, dalam diskusi di aula PR yang digagas Dinas Pendidikan Jabar dan ITB, Jumat, 13 Oktober 2017. Diskusi juga diisi pembicara Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Jabar, Dodin Rusmin Nuryadin.

Yusep mengatakan, Indonesia masih tertinggal dalam pendidikan termasuk dalam memaksimalkan siber. "Dalam prestasi literasi, Matematika, dan Sains, Singapura menempati peringkat satu atau dua di antara 80 negara OECD. Sedangkan Indonesia peringkat lima dari bawah," katanya.

Namun, Indonesia tak perlu pesimistis sebab Korea yang merdeka tahun 1950-an berhasil melakukan lompatan ke depan. "Korea lebih parah daripada Indonesia sebab awal kemerdekaan mendapatkan bantuan beras dari Myanmar. Hanya, kunci kemajuan Korea  pada pembenahan pendidikan yang dananya didapat dari pampasan perang Jepang," ujarnya.

Pendidikan tersebut, kata Yusep, termasuk dalam penguasaan teknologi informasi karena suatu negara tak bisa melepaskan diri dari kemajuan informasi ini. Untuk mencegah dampak negatif dari teknologi informasi dan komunikasi tersebut, maka negara-negara ASEAN sudah mengeluarkan rumus ABC.

Yakni cyber awareness (kesadaran siber), cyber building (kesigapan siber, dan cyber character (karakter siber).

"Untuk kesadaran siber harus mengetahui manfaat, bahaya dan ancaman dunia maya. Sedangkan kesigapan siber yaitu pengguna siber bisa menjadi kontributor aktif maupun bersikap pasif secara bijak," katanya.

Sementara karakter siber dengan membangun karakter khususnya anak-anak agar memiliki akhlak yang baik dan pergaulan luwes dan supel. "Sehingga anak-anak bisa berbahagia di dunia nyata dan bekal dari dunia siber untuk akhirat," ujarnya yang menambahkan siber adalah pedang bermata dua.

Sedangkan Dodin menyatakan, sejak tahun 2015 jawa Barat berupaya mengimplementasikan internet dengan "Jabar Smart School" untuk internet sebagai pusat pembelajaran. "Setiap kabupaten/kota disiapkan sekolah induk yang bertugas menyebarkan penggunaan internet sebagai media belajar," katanya.

Jawa Barat juga telah mengadakan sistem pendidikan jarak jauh dengan semua media, sarana, dan proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi. "Hal ini untuk peningkatan mutu pendidikan yang merata dan berkeadilan serta menaikkan angka partisipasi kasar pendidikan menengah," ucapnya.***

Baca Juga

PPP Siap Tambah Kursi di Kabupaten Bandung

SOREANG,(PR).- Setelah dua kali pemilu legislatif PPP hanya mendapatkan satu kursi di DPRD Kabupaten Bandung, PPP Kabupaten Bandung tak ingin lagi menelan pil pahit untuk ketiga kalinya.