Kampanyekan Anti Penyalahgunaan Narkoba, Petinju Ini Gowes Bandung-Bali

Jundullah M. Fauzan/DOK ISTIMEWA
Mantan pecandu yang kini berkarir sebagai petinju, Jundullah M. Fauzan (30) akan melakukan aksi bersepeda dari Bandung hingga Bali untuk mengampanyekan 'Anti Penyalahgunaan Narkoba, Stigma, dan Diskriminasi'.*

BANDUNG, (PR).- Seorang mantan pecandu yang kini berkarir sebagai petinju, Jundullah M. Fauzan (30) akan melakukan aksi bersepeda dari Bandung hingga Bali. Aksi tersebut dilakukan untuk mengampanyekan 'Anti Penyalahgunaan Narkoba, Stigma, dan Diskriminasi'.

Aksi bersepeda tersebut akan dilakukan mulai 28 Oktober 2017 mendatang, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Rencananya, aksinya tersebut akan berlangsung selama sekitar dua minggu.

Fauzan menuturkan, aksi tersebut dilakukannya untuk mengajak generasi muda, khususnya mereka yang saat ini masih terjerat narkoba, untuk bersama-sama berjuang melepaskan diri dari ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang. Aksi tersebut juga diharapkannya dapat mendorong masyarakat untuk berhenti memberikan stigma negatif dan diskriminasi terhadap para pecandu narkoba. 

"Stigma dan diskriminasi membuat pecandu yang ingin berubah, merasa bahwa perubahan itu tidak ada gunanya," ujarnya, Selasa, 3 Oktober 2017, dalam siaran pers yang diterima "PR".

Sesampainya di Bali, rencananya ia akan melakukan kunjungan ke BNN Provinsi Bali, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bali, hingga sejumlah LSM yang ada di pulau dewata. 

Fauzan yang juga merupakan Konselor Adiksi itu mengatakan setidaknya ada tiga pesan utama yang ingin disampaikan melalui aksinya tersebut. Yakni untuk generasi yang belum mengenal narkoba, jangan pernah sekali pun untuk mencobanya.

Kemudian pesan semangat untuk para pecandu yang tengah berjuang untuk melepaskan diri dari jerat narkoba. Hingga pesan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pecandu narkoba untuk berhenti melakukan stigma dan diskriminasi.

"Pengguna narkoba mungkin salah, tapi mereka masih bisa berubah. Doronglah pecandu itu untuk mengalihkan kecanduannya pada hal yang lebih positif," ujar pendiri Panti Rehabilitasi Saung Kawani tersebut.

Diketahui, ia merupakan mantan pecandu yang berjuang melepaskan diri dari jerat narkoba selama 10 tahun terakhir. Menyalurkan energi pada hal yang positif yakni olahraga tinju adalah solusi yang berhasil membawa Fauzan meraih sejumlah prestasi. Mulai dari juara nasional dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), dan juga mengembangkan pengalaman tinjunya hingga Timor Leste dan Jepang. 

Dia mengaku berharap, aksinya bisa memberikan pengaruh dan semangat positif terutama bagi generasi muda. ***

Baca Juga

Total Korban Tewas karena Minuman Keras di Jabar 61 Orang

BANDUNG, (PR).- Kapolda Jawa Barat, Agung Budi Maryoto, mengatakan jumlah korban yang tewas akibat minuman keras oplosan di Jawa Barat hingga saat ini mencapai 61 orang. Jumlah korban tewas di Cicalengka tempo hari adalah yang terbanyak.