Setelah BMI, Kini Redpem Dukung Paket Elin-Maman

Ketua Redpem KBB Heri Setia Munandar/HENDRO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Bandung Barat turut mendorong paket bakal calon Elin Suharliah dan Maman S Sunjaya sebagai pasangan yang diusung PDIP pada Pilkada KBB 2018. Sebelumnya, dukungan serupa telah mengalir dari sayap partai yang lain, yakni Banteng Muda Indonesia. 

"Kedua figur tersebut (Elin dan Maman) merupakan perpaduan yang serasi, antara kader internal partai dan kader eksternal. Mereka memiliki kans yang tinggi untuk menang di pilkada," kata Ketua Repdem KBB Heri Setia Munandar di Padalarang, Kamis, 14 September 2017.

Menurut dia, dukungan dari Repdem dan BMI terhadap paket balon tertentu merupakan suatu aspirasi yang perlu dihargai oleh berbagai pihak. Dia pun menepis anggapan bahwa kader partai harus selalu memprioritaskan kader internal. Pasalnya, target partai dalam pilkada ialah suatu kemenangan.

"Banyak contoh, surat keputusan partai tidak selalu turun kepada kader, tetapi juga ada yang jatuh ke nonkader. Misalkan di Pilkada Cimahi, atau saat Pilkada Bandung Barat 2008. Ternyata, hasilnya itu kan PDIP yang menang. Jadi, sebaiknya kader tidak ngotot kalau memang kans untuk menang tidak ada," tuturnya.

Dinilai tidak etis

Setelah BMI Bandung Barat mendeklarasikan dukungan terhadap Elin dan Maman, empat balon dari internal PDIP langsung bereaksi. Keempat balon itu ialah Aa Umbara Sutisna, Yayat T Soemitra, Pamriadi, dan Udis Supriatna. Mereka menggelar pertemuan tanpa melibatkan Elin dan Maman, serta tanpa sepengetahuan Ketua DPC PDIP Bandung Barat Abubakar.

Dari hasil pertemuan tersebut, keempat balon menilai bahwa dukungan BMI merupakan suatu bentuk ketidaketisan, yang dapat memecah belah soliditas PDIP. Pasalnya, rekomendasi pasangan calon yang diusung PDIP pada Pilkada KBB belum turun. "Kita tunggu saja. Setelah rekomendasi turun, baru dukungan sepenuhnya bisa diberikan," kata Aa Umbara, mewakili tiga balon lainnya, Rabu, 13 September 2017.

Terkait dengan protes keempat balon itu, Heri justru menuding bahwa pertemuaan keempat balonlah yang tidak etsis. "Kalau memang bicara membesarkan partai, maka kader yang sudah menjalani kaderisasi sekalipun harus berkorban demi kemenangan partai. Bukan malah membuka borok sendiri, karena pertemuan empat balon itu seperti menampar muka partai dan menjadi tertawaan partai lain," katanya.***

Baca Juga

150 Ton Sampah per Hari Tak Bisa Terangkut

NGAMPRAH, (PR).- Dari perkiraan produksi sampah sekitar 300-400 ton per hari di Kabupaten Bandung Barat, Dinas Lingkungan Hidup melalui UPT Kebersihan hanya mampu mengangkut sekitar 150 ton sampah per hari.