Wahyu Widiatmoko Gantikan Santoso Anto Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi

Pelantikan/RIRIN N.F/PR
Wahyu Widiatmoko resmi diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi. Posisi tersebut sebelumnya kosong selama 5 bulan, setelah Santoso Anto meninggal dunia.

CIMAHI, (PR).- Setelah mengalami kekosongan hampir selama 5 bulan, posisi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi yang ditinggalkan Santoso Anto karena meninggal dunia resmi diganti oleh Wahyu Widiatmoko. Dengan lengkapnya jajaran pimpinan DPRD Kota Cimahi diharapkan dapat meningkatkan kinerja seluruh jajatan legislatif Kota Cimahi.

Pelantikan Wahyu dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cimahi di gedung DPRD Kota Cimahi Jalan Dra. Djulaeha Karmita Kota Cimahi, Rabu, 13 September 2017. Pengesahan PAW tersebut ditandai dengan pembacaan sumpah jabatan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung Siti Suryati SH. MH.

Pergantian tersebut berdasarkan kepada keputusan Gubernur Jawa Barat No 71/KEP.788-MKSM/2017 tentang peresmian dan pengangkatan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi. Dalam surat keputusan gubernur disebutkan memberhentikan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi masa jabatan 2014-2019 atas nama Santoso Anto terhitung sejak meninggal dunia pada 8 April 2017. Pergantian Antar Waktu (PAW) posisi Anto sebagai anggota DPRD Kota Cimahi diisi oleh Joko Taruna sekaligus ditetapkan menjadi ketua Fraksi-PKS. Ayis Lavilianto yang semula Anggota Komisi III dari F-PKS bergeser menjadi Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi sebagai jabatan yang ditinggalkan Wahyu untuk menempati jabatan baru Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi.

Wahyu Widiatmoko mengungkapkan, kekosongan selama lima bulan memang terbilang agak lamban. padahal, menurut dia, sebenarnya proses pergantian tersebut sudah jelas diatur dalam perundang-undangan.

"Kalau proses di pemerintahan lancar. Namun karena ada beberapa persyaratan yang harus kita penuhi maka baru sekarang dapat dilaksanakan pergantian ini. Setelah kendala administrasi selesai, baru bisa dilakukan pelantikan," ujarnya.

Wahyu menuturkan, dengan tidak adanya Santoso Anto sebagai wakil Ketua DPRD Cimahi sangat berpengaruh sekali terhadap Fraksi PKS, baik dari komunikasi politik dan menentukan keputusan serta yang lainnya.

"Dengan pergantian ini, yang pasti partai mengamanahkan kepada saya untuk meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Almarhum pak Santoso Anto. Syukur-syukur bisa bekerja lebih baik. Kemarin sempat terkendala dalam komunikasi politik karena perwakilan partai tidak ada di jajaran pimpinan," ungkapnya.

Suara terbanyak kedua

Sementara itu terkait Joko Taruna yang masuk sebagai anggota DPRD Cimahi dari PKS, Wahyu menjelaskan, Joko Taruna saat Pemilihan Legislatif 2014 yang lalu, di dapil V memperoleh jumlah suara terbanyak kedua setelah Santoso Anto.

Ketua DPRD Kota Cimahi Ahmad Gunawan mengatakan, dengan kepastian adanya PAW maka pimpinan DPRD Cimahi sudah lengkap. 

"Jadi ketika berkomunikasi dan banyak pendapat itu akan lebih baik. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kinerja legislatif," katanya.***

Baca Juga

Pemkot Cimahi Wacanakan Tunjangan Penghasilan Pegawai Dihapus

CIMAHI, (PR).- Pemkot Cimahi mewacanakan  penghapusan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) para aparatur sipil negara (ASN). Tunjangan tersebut diganti dengan tunjangan berbasis kinerja daerah (TKD) mulai 2018 untuk mendorong para ASN menin