Pungli dan Jalan Rusak Bikin Stone Garden Sepi

Stone Garden/DEDEN IMAN/PR
WARGA mengunjungi kawasan wisata alam Stone Garden yang merupakan kawasan karst Citatah, di Kampung Pasir Pawon, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini

NGAMPRAH, (PR).- Selain jalan yang rusak, jalur masuk ke objek wisata Stone Garden juga marak terjadi praktik pungutan liar (pungli). Kondisi tersebut dapat membuat wisatawan kapok mengungi lokasi wisata yang berada di Kampung Girimulya, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pasir Pawon Sukmayadi, pada 2015 kunjungan wisatawan ke Stone Garden mencapai 173.000 orang. Akan tetapi, pada 2016 jumlahnya justru turun menjadi 67.000. Dia tak memungkiri, pungli di jalur masuk menjadi kendala pengembangan tempat wisata taman batu tersebut.

"Stone Garden resmi dikelola pada September 2014. Kunjungan wisatawan pada awal berdiri sebetulnya luar biasa. Namun, pada tahun kedua kunjungannya malah mengalami penurunan drastis. Ada beberapa faktor yang jadi penyebabnya, salah satunya ialah pungli terhadap kendaraan yang mau masuk," kata Sukmayadi, Rabu 13 September 2017.

Dengan tiket masuk Stone Garden sebesar Rp 5.000 per orang, menurut dia, pungli yang dilakukan masyarakat di jalur masuk Stone Garden bisa lebih besar, terutama ketika musim liburan. Biasanya, pengguna sepeda motor ditarik pungutan Rp 5.000, sedangkan pengguna mobil dimintai Rp 10.000.

"Mungkin (pungli tersebut) dianggapnya sebagai kontribusi atas tanah yang dipakai jalan. Hanya memang itu dikeluhkan oleh wisatawan, karena harus beberapa kali membayar untuk masuk ke Stone Garden. Ini memang menjadi citra buruk pariwisata, walaupun sebenarnya warga yang melakukan pungutan itu pemilik tanah," katanya.

Guna memberi kenyamanan bagi para wisatawan, Sukmayadi mengaku telah memusyawarahkan persoalan tersebut, termasuk dengan kepolisian setempat. Walaupun sudah ada kesepakatan bersama, pungli itu ternyata kembali dilakukan masyarakat. Selain pungli, kondisi jalan masuk ke Stone Garden yang belum diaspal juga ikut menurunkan daya tarik wisatawan.

Tak bisa perbaiki jalan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra menyatakan bahwa pemerintah tak bisa memperbaiki jalan yang status tanahnya dimiliki oleh masyarakat. Warga, kata dia, harus menghibahkannya dulu kepada pemerintah, baru pemerintah bisa memperbaiki jalan.

"Kalau pemerintah memperbaiki jalan yang statusnya milik pribadi, itu malah bisa jadi temuan hukum. Pemkab Bandung Barat hanya bisa melakukan perbaikan jalan yang status jalannya dimiliki oleh pemerintah kabupaten," kata Yayat, yang bersama Sukmayadi menemani tokoh pendidikan asal Jepang, Chisaki Baba.

Berada di kawasan pertambangan, Yayat menilai bahwa Stone Garden perlu dikembangan agar masyarakat sekitar dapat beralih pekerjaan, dari sektor pertambangan ke pariwisata. Upaya yang telah dilakukan pemerintah ialah dengan membuat zonasi tambang, tidak memperpanjang izin usaha tambang, dan menutup lokasi penambangan ilegal.

"Saya punya mimpi bahwa Bandung Barat bisa menjadi daerah tujuan wisata, yang bukan hanya Lembang. Soalnya, potensi alam di banyak daerah yang lain juga luar biasa. Salah satunya Stone Garden yang berada di Cipatat ini," katanya.

Sementara itu, Chisaki Baba menyatakan kekagumannya terhadap bentang alam penuh batu-batuan di Stone Garden. Dia berencana kembali berkunjung bersama keluarganya. "Dari sekian banyak wisata pengunungan di sejumlah negara yang pernah saya kunjungi, Stone Garden ini yang terbaik. Tempatnya natural. Tinggal bagaimana mempertahankan alam agar keindahannya tetap terjaga," katanya. ***

Baca Juga

Trauma, Warga Tegalkiara Akan Ratakan Lokasi Pembunuhan

NGAMPRAH, (PR).- Merasa trauma dengan kejadian pembunuhan di lingkungannya, warga sekampung berencana membakar rumah yang jadi lokasi pembunuhan di Kampung Tegalkiara, RT 1 RW 7, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Bar