Binar Kemeriahan 17 Agustus dari Para Siswa Tuna Netra

Lomba 17 Agustus/ANTARA
Siswa tunanetra Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyataguna mengikuti perlombaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan, Bandung, Jawa Barat.*

KEMERIAHAN peringatan Hari Kemerdekaan RI tak hanya ramai di kampung-kampung atau pemukiman warga pada umumnya, di pusat kota tepatnya di kompleks Panti Sosial Bina‎ Netra (PSBN) Wyataguna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Di sana puluhan siswa dengan keterbatasan penglihatan tak kalah semangat mengikuti rangkaian kegiatan lomba-lomba khas 17 Agustus. Mulai dari balap karung, gebug bantal, goal ball, dan panjat pinang yang paling meriah.

Seperti warga awas biasa, mereka menjalankan aturan main perlombaan. Namun ada pula perbedaannya yaitu ada perlombaan yang membutuhkan bantuan pendamping. Hal itu terlihat pada balap karung. Meski sudah diberikan lintasan lurus, tapi peserta tetap saja butuh arahan agar langkah mereka lurus tidak menyebrangi lajur lawannya.

Pada goal ball, perlombaan semacam perpaduan boling dan sepak bola. Bola yang digunakan diberikan bebunyian di bagian dalam, agar dikenali arahnya ketika meluncur oleh para penyandang disabilitas netra kala itu. Goal ball dimainkan tiga lawan tiga, dimana setiap tim berusaha memasukkan bola ke gawang lawan dengan cara meluncurkannya seperti bola boling.

Sementara pada gebuk bantal kedua pemain ditutupi kedua matanya.

Yang paling menarik yaitu panjat pinang. Semakin siang, terik matahari tak menghalangi banyak warga yang ingin menyaksikan langsung semangat para penyandang disabilitas netra berebut hadiah di ujung batang pohon pinang yang dilumuri oli licin itu.

Riuh para penonton, iringan musik dengan suara penyemangat dan gelak tawa peserta saat itu bercampur. Peserta yang terdiri dari tujuh kelompok itu harus berjuang menaklukkan licinnya oli, bekerja sama menaiki satu persatu pundak timnya menuju puncak meski harus beberapa kali melorot dan melorot. Setiap tim saling adu strategi, memanfaatkan waktu masing-masing lima menit untuk menaklukkan pinang.

Namun satu kesimpulan dari keseluruhan lomba, antara peserta dan penonton semua larut dalam suka Cita siang menuju petang saat itu.

Erwin (22) salah seorang siswa PSBN Wyataguna saat itu tidak memungkiri kegembiraannya, dia bisa terlibat langsung dalam kegiatan peringatan HUT RI di Wyataguna. Erwin yang kehilangan penglihatannya sebagian tahun lalu itu sebelumnya belum pernah mengikuti lomba-lomba 17 Agustusan.

"Saya sekarang baru merasakan, ternyata seru meski dengan kondisi seperti sekarang ini, tapi saya senang,"ujar dia.

Saking gembiranya, dia menjajal semua perlombaan yang digelar panitia saat itu.

Senada dengan Erwin, Atep (23) juga merasakan hal yang sama. Dia tak melewatkan satu pun perlombaan di Wyataguna saat itu. Pasalnya pesta rakyat tersebut merupakan kegiatan yang bisa mereka rasakan setahun sekali.

Dalam kemeriahan peringatan kemerdekaan RI, Erwin maupun Atep menyimpan sejumlah Asa. Mereka ingin mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang awas dalam hal pelayanan publik maupun kesempatan mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

"Ya kami harap jangan membeda-bedakan kami,"ujar Atep dan Erwin kompak.

Sementara itu, Ketua Panitia Ernawati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT RI yang rutin digelar di PSBN Wyataguna setiap tahunnya. Mereka memulai rangkaian kegiatan sejak 2 Agustus lalu dengan sejumlah pertandingan olah raga antar siswa seperti sepak bola, tenis meja, goal ball, dan voli.

"Dan hari ini merupakan puncak kegiatan dengan sejumlah perlombaan yang nanti malam ditutup dengan pentas seni festival band,"kata dia.

Diakui dia, pada puncak peringatan HUT RI tersebut perlombaan digelar spontan dan bersyukur antusias siswa PSBN begitu tinggi dalam pesta rakyat tersebut.‎

"Meski mereka memiliki keterbatasan, mereka menunjukkan mereka mampu, sama-sama bisa ikut lomba (seperti yang awas),"kata dia.

Erna pun bangga, puluhan siswa dari 175 siswa PSBN yang mengikuti lomba-lomba saat itu menunjukkan sportifitas mereka da daya juang mereka meski hadiahnya tidak seberapa.

"Ada trofi sama uang lelah dari kami dan sponsor,"tutur dia.

Suhendar, Humas PSBN yang juga alumni Wyataguna mengatakan, tahun ini banyak alumni yang hadir karena Jumat besok hari libur. Mereka senang dengan kondisi Wyataguna saat ini yang sudah banyak alami perubahan.***

Baca Juga

Iwa Paparkan Isu Utama Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG,(PR).- Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa, membawa  isu utama pembangunan Jawa Barat ke depan dalam Silaturahmi dan Curah Gagasan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 Bersama Tokoh Masyarakat Jabar, di Hotel Horison, Kota

Puti Guntur Soekarno Tonjolkan Isu Perempuan

BANDUNG,(PR).- Puti Guntur Soekarno menjadi satu-satunya perempuan yang memenuhi undangan DPD PDIP Jawa Barat dalam Silaturahmi dan Curah Gagasan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 Bersama Tokoh Masyarakat Jabar, di Hotel H

Pengamat: Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum Pasangan Ideal

BANDUNG,(PR).- Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusulkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Pilgub Jabar 2018 bakal menjadi pasangan ideal. Pasangan ini merupakan sosok yang memiliki latar belakang yang berbeda.