68% Ruas Jalan di Bandung Barat dalam Kondisi Mantap

bupati bandung barat abu bakar.jpg
Abu Bakar/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Peningkatan infrastruktur fisik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mampu meningkatkan rasio kemantapan jalan menjadi 68,42%. Padahal rasio kemantapan jalan mulanya di bawah 40% ketika awal Bandung Barat terbentuk pada 2007 lalu. Daerah selatan kabupaten tersebut termasuk wilayah yang mengalami peningkatan infrastruktur secara signifikan.

"Infrastruktur jalan yang sudah baik ini rasionya 68%. Ini kan indikator keseluruhan untuk jalan kabupaten di Bandung Barat. Jadi, kemarin itu saya berangkat dari Cihampelas, karena itu kan jalan kabupaten, sampai Cililin, Gununghalu, Rongga, Cipongkor, Cipatat, itu kami syukuri sudah bagus," kata Abubakar, setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-62 di Ngamprah, Kamis 17 Agustus 2017.

Menurut dia, peningkatan infrastruktur merupakan salah satu prioritas yang diupayakan Pemkab Bandung Barat dalam rangka percepatan pembangunan. Meskipun begitu, dia mengakui, sejumlah ruas jalan yang statusnya milik kabupaten masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa jalan yang masih rusak itu akan segera diperbaiki.

"Tahun 2017 ini kami inventarisir mana-mana saja jalan kabupaten yang belum tersentuh perbaikan. Untuk daerah perbatasan Ciwidey, dari mulai Mekarwangi (Sindangkerta) sudah kami mulai. Kemudian dari Gununghalu juga sudah kami mulai. Saya pikir, pemerataan infrastruktur jalan di Bandung Barat ini sudah cukup baik, karena tinggal beberapa ruas tertentu, yang dari laporan yang masuk, masih tertinggal," tuturnya.

Abubakar menargetkan, pengerjaan infrastruktur jalan yang tertinggal itu akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam satu atau dua bulan ke depan. "Nanti barangkali saya akan ajak teman-teman media bersafari ke selatan, sampai ke Curug Malela (Rongga). Nanti bisa lihat jalannya sudah baik," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi

Perbaikan infrastruktur di selatan Bandung Barat itu, kata dia, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah selatan. Dengan akses jalan yang baik menuju ke tempat wisata Curug Malel, pertumbuhan ekonomi pun bisa ikut terdorong dari sektor pariwisata.

"Jadi, daerah selatan yang selama ini masih bergerak di budidaya, baik itu tanaman, ikan, atau peternakan, ya harus dimulai dengan pengolahan. Pengolahan itu tentu harus diminati orang-orang. Apabila ada objek wisata, maka akan ada pergerakan orang. Kalau ada pergerakan manusia ke sana, kan paling tidak mereka butuh makan dan minum. Nah, ketika komoditas olahan ini sudah siap, pendapatan masyarakat juga akan meningkat," paparnya. 

Lebih lanjut, Abubakar menyatakan, karakteristik Bandung Barat yang memiliki wilayah yang luas dengan tipologi perdesaan merupakan tantangan sekaligus potensi. Apabila pembangunan hanya dimotori oleh pemerintah daerah saja, kemajuan daerah akan berjalan lambat. Oleh karena itu, peningkatan pembangunan perlu melibatkan semua komponen masyarakat.

"Untuk itu, melalui momentum Hari Kemerdekaan ini, saya mengajak semua elemen masyarakat dan stakeholder untuk mendayagunakan seluruh kemampuan, kemudian bersama-sama mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan di Bandung Barat ini," tukasnya.***

Baca Juga

Setelah BMI, Kini Redpem Dukung Paket Elin-Maman

NGAMPRAH, (PR).- Sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Bandung Barat turut mendorong paket bakal calon Elin Suharliah dan Maman S Sunjaya sebagai pasangan yang diusung PDIP pada Pilkad