Ujang Koswara Pasang Baliho "Bukan Calon Wali Kota Bandung", Ternyata Ini Maksudnya

Baliho Ujang Koswara/GITA PRATIWI/PR
BALIHO Ujang Koswara di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Bandung, Selasa, 15 Agustus 2017.*

BANDUNG, (PR).- Ujang Koswara, salah satu warga Kota Bandung, memasang baliho dengan gambar wajahnya. Uniknya, kalimat yang dipasang di baliho justru pernyataan "Ujang Koswara, Bukan Calon Wali Kota Bandung". 

Baliho tersebut terpampang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepatnya di dekat mal IBCC Bandung. Dipajang pada media berukuran sekitar 3x5 meter, baliho itu sangat strategis untuk dilihat setiap kendaraan yang melintas.

Pemasangan ini jelas berlawanan dengan sekian banyaknya baliho berisi promosi calon Wali Kota Bandung 2018-2023. Papan reklame dengan wajah orang-orang yang mencalonkan diri itu mudah ditemukan di berbagai titik di Kota Bandung. Padahal belum ada partai politik yang resmi mengusung calon wali kota Bandung.

Saat dikonfirmasi, Ujang Koswara yang merupakan warga Bandung Timur ini, mengaku pemasangan baliho itu bertujuan untuk menyindir. Sindiran dialamatkan pada para pemasang reklame pengumuman bakal calon wali kota.

Tantang calon wali kota

"Ini sebuah sindiran yang konstruktif. Saya tantang mereka yang mau mencalonkan diri, apa yang sudah mereka beri pada masyarakat kota sampai mau mencalonkan diri? Kalau bisa saya diundang jadi panelis saat mereka berdebat nanti," ujar Ujang saat dihubungi, Selasa, 15 Agustus 2017.

Ujang pun mencantumkan alamat situs miliknya ukologi.com di baliho tersebut. Tujuannya, supaya situs tersebut dibuka dan para peminat kursi wali kota tahu apa yang dia kerjakan. "Kalau bisa jadikan apa yang saya lakukan sebuah standar pembuatan program nantinya," katanya.

Ia menargetkan sebanyak empat titik strategis di Kota Bandung untuk dipasangi reklame tersebut.

Siapa Ujang?

Untuk diketahui, Ujang merupakan pegiat sosial yang memberdayaan kaum marjinal. Antara lain anak-anak jalanan dan warga binaan lembaga pemasyarakatan. Mereka diberdayakan untuk memproduksi lampu LED bertenaga baterai. Hasil produksinya disalurkan ke desa-desa pelosok Indonesia termasuk di Jawa Barat. Warga tidak perlu membeli lampu itu karena ada dana-dana CSR yang dimanfaatkan untuk mendanainya.

Pantauan Pikiran Rakyat, Kamis, 10 Agustus 2017, reklame-reklame calon wali kota bernada promosi tersebut ada dalam bentuk spanduk, baliho, hingga poster yang bertebaran di jalan-jalan raya Kota Bandung. Terpasang mulai di jembatan penyeberangan, samping halte, pagar gedung, di persimpangan yang ramai dilewati kendaraan, sampai ditancap dengan paku di pepohonan.

Ada yang dalam reklamenya secara jelas menyebut bahwa ia merupakan calon Wali Kota Bandung 2018-2023. Namun ada juga di antaranya yang memberikan makna tersirat, seperti mencantumkan angka 2018-2023 saja. Ada pula yang cukup percaya diri dengan penggunaan kata ‘bakal calon’.

Sejumlah reklame menampilkan nama yang tidak asing di Kota Bandung. Meliputi pejabat daerah, tokoh pemuda, anggota dewan, dan pengusaha. Di antaranya, Yossi Irianto, Fiki satari, Arif Hamid Rahman, Yana Mulyana, Tomtom Dabbul Qamar, Nurul Arifin, Chairul Yaqin Hidayat, dan Rizky Mediantoro.***

Baca Juga