Imunisasi Campak dan Rubella di Bandung Barat Capai 46 Persen

Imunisasi Measless Rubella/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
Pemberian vaksinasi campak dan rubella di Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoitiyah Bani Yusuf, yang terletak di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 1 Agustus 2017.

NGAMPRAH, (PR).- Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mengklaim pemberian imunisasi campak/measles dan rubella (MR) sudah mencapai 46 persen. Pemberian imunisasi ini dilakukan di sekolah-sekoah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat.

“Untuk bulan ini, targetnya warga usia 7-15 tahun dan dilakukan di sekolah. Bulan depan, baru sasarannya warga di bawah 7 tahun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Pupu Sari Rohayati di Ngamprah, Selasa 15 Agustus 2017.

Menurut Pupu, data hingga 12 Agustus 2017, imunisasi MR sudah menjangkau 206.714 orang dari target 445.192 orang. Pemberian imunisasi ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat dan dilakukan serentak di Pulau Jawa.

Secara umum, imunisasi MR akan menjangkau sasaran berusia 9-59 bulan serta 60 bulan-15 tahun kurang sehari. Selain di sekolah, imunisasi ini juga akan digelar di puskesmas/posyandu setempat. “ Vaksinasi untuk anak-anak diberikan di posyandu, sedangkan untuk remaja di sekolah masing-masing,” katanya

Campak dan rubella

Untuk diketahui, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengan masa inkubasi 8-13 hari.  Gejalanya, yaitu demam, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk atau pilek.

Sementara itu, rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Penyakit ini bisa menular kepada wanita hamil dan membahayakan janinnya.

Pupu mengungkapkan, imunisasi dibutuhkan untuk mencegah campak dan rubella. Satu kali vaksin untuk seumur hidup.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Imunisasi ini cara untuk mencegah agar penyakit itu tidak menyerang anak-anak kita,” tuturnya. ***

Baca Juga