Puti Guntur Soekarno Ziarah ke Makam Ki Marhaen

Puti ziarah/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
PUTI Guntur Soekarno berziarah ke Makam Ki Marhaen di Bandung, Minggu 13 Agustus 2017.*

BANDUNG, (PR).- Bakal Calon Wakil Gubernur dari PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno Putri mengunjungi makam Ki Marhaen, di Kawasan Batununggal Kota Bandung, pada Minggu 13 Agustus 2017 sore.

Kunjungan ini sebagai napak tilas, cucu Bung Karno tersebut terhadap kiprah kakeknya yang sering mengunjungi Ki Marhaen. Seperti diketahui dari sinilah muncul paham marhaenisme yang digagas proklamator Indonesia tersebut.

"Ini juga sebagai pembuktian bahwa Ki Marhaen bukanlah mitos. Padahal makamnya masih ada, keluarganya pun masih ada hingga sekarang," kata Puti Guntur Soekarno di lokasi didampingi Anggota DPR RI dari Komisi IV Yadi Sri Mulyadi.

Puti pun menjelaskan ideologi ini, sebagai akar tumbuhnya paham Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri yang diilhami dari kegiatan Ki Marhaen sehari-hari.

"Ki Marhaen memiliki sawah sendiri, sehingga beras pun tidak pernah beli, begitu juga dengan lauk pauknya. Ki Ma‎rhaen memiliki sebuah kolam sendiri. Jadi sama sekali tak bergantung pada orang lain," ucapnya.

Ditambahkan oleh Yadi Sri Mulyadi, ‎Marhaenisme ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia. Karena dengan kultur dan suburnya tanah di Indonesia hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan.

Marhaenisme ini menurut Yadi, diambil dari nama Ki Marhaen yang sebenarnya biasa disapa dengan nama Ki Aen. Jadi hubungannya antara Sunda dengan Bung Karno itu ada sejak lama.

"Jadi mulanya Bung Karno sering bersepeda dari rumahnya di Jalan Inggit Ganarsih. Dulu jalan Ciateul. Beliau suka bersepeda ke Banjaran, hingga ke Cimaung. Nah di daerah Cipamokolan suka bertemu dengan Ki Aen," ujarnya.

Koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan Jabar

Sementara itu Puti Guntur Soekarno saat disinggung mengenai Pilgub Jabar, sangat mendukung koalisi antara Golkar dan PDI-P di Jabar. Menurutnya jika koalisi itu untuk memajukan Jawa Barat maka hal tersebut adalah baik.

"‎Saya rasa itu merupakan pertemuan antara dua struktur partai, artinya jadi tanggung jawab partai. Jadi pertemuan antara Ketua DPD Golkar Jabar dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar itu merupakan komunikasi politik yang harus dilakukan," ujarnya seraya menambahkan Hal ini baik dikarenakan agar partai terus menjalin komunikasi politik dengan partai manapun.

"Pada prinsipnya saya mematuhi dan mengikuti semua mekanisme partai, dan keputusan itu semua tentu bisa dijawab kalau sudah ada surat rekomendasi dari Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri dan DPP PDI-P," kata Anggota Komisi X DPRI RI ini‎.***

Baca Juga

Muradi: Rieke atau Puti Cocok Dampingi Dedi Mulyadi

PURWAKARTA, (PR).- Partai Golkar dan PDI Perjuangan, disebut-sebut akan menjalin koalisi untuk menghadapi pemilihan gubernur Jawa Barat. Pilgub akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 mendatang.