Adipura dan Sedekah Sampah Jadi Prestasi PD Kebersihan Tahun Ini

HUMAS PEMKOT BANDUNG
Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Deni Nurdiana dalam Kegiatan Rutin Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis,27 Juli 2017.*

BANDUNG, (PR).- Kemampuan Pemerintah Kota Bandung yang menerima Adipura untuk ke-3 kalinya tidak terlepas dari penanganan dan manajemen pengelolaan sampah yang telah jauh lebih baik. Hal ini dikemukakan Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Deni Nurdiana pada Kegiatan Rutin Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis,27 Juli 2017.

Deni menambahkan Pemerintah Kota Bandung akan menerima Adipura ke-3 kalinya hari Rabu pekan depan di Jakarta. "Adipura yang ke-3 ini akan diberikan langsung oleh Presiden Rabu, 2 Agustus 2017 sekaligus acara Rakornas Lingkungan Hidup  se-Indonesia, " ujar Deni.

Deni juga memaparkan, tahun ini kelebihan Kota Bandung dalam pengelolaan sampah terlihat dari  beberapa sisi. Sisi penanganan, pemilahan, TPA (Tempat Pembuangan Akhir), serta TPS  (Tempat Pembuangan Semwntara) di Kota Bandung semakin baik kualitasnya. "Sekarang Pengeloaan sampah lebih bagus. Di setiap TPS  ada pencacahan di tingkat TPS. Sekarang lebih banyak yang diberi tudung dan didandani secara estetika sebanyak 16 TPS cantik. Insya Allah 10 lagi TPS akan didandani tahun ini sehingga tidak terlihat kumuh dan jorok, " tegasnya.

Untuk TPA, Deni mengatakan Pemkot Bandung memang tidak sepenuhnya bisa melakukan banyak hal karena TPA Sarimukti memang dikoordinasi di bawah Pemprov Jawa Barat. "Kalau TPA Sarimukti memang dikelola  3 daerah yaitu kerjasama Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung tetapi tetap regional. Jabar sebagai koordinator, tetapi jalan akses dan perbaikan jalan kita, Pemerintah Kota kontribusi," papar Deni.

Sementara itu disaat yang sama, Deni juga mengatakan dirinya dan Daarut Tauhid (DT) baru saja menjalin kerja sama dengan nama Sedekah Sampah yang baru di diluncurkan Kamis, 27 Juli 2017 di Trans Studio. "Program ini adalah kegiatan pemberdayaan jemaah DT yang melaksanakan pengajian akan membawa sampah yang sudah dipilah untuk di beli oleh stand bank sampah PD Kebersihan. Nantinya hasil pembelian sampah akan didonasikan langsung kepada DPUDT (Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid)," paparnya.

Deni mengatakan bank sampah di Kota Bandung sampai dengan 2 minggu yang lalu sudah mencapai  686 member atau nasabah yang berbentuk bank sampah kecil di tingkat RW hingga kelurahan yang dikelola oleh PD kebersihan.

"Nasabah yang dikelola oleh PD Kebersihan akan langsung menyetor sampah yang sudah dipilah ke kami. Tetapi ada juga yang dikelola oleh bukan PD kebersihan sebanyak  96 bank sampah yang akan langsung menjual sampah pilahan pada Industri," tegas Deni.

Lebih lanjut deni mengatakan Inovasi dengan DT dan dompet peduli umat merupakan gebrakan awal sebelum nantinya akan diadopsikan di kewilayahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. "Pada Pengajian di DT saja ada 2.000 jemaah yang membawa sampah. Apabila nanti ke depan di implementasikan di kewilayahan akan sangat menstimulasi berkembangnya bank sampah hingga 1.000-1.500 bank sampah di kewilayahan," jelas Deni

Penjemputan sampah

Ia juga mengatakan selain membantu dalam hal pengelolaan sampah, kerjasama ini juga mengubah paradigma sampah yang kotor menjadi hal yang baik dan bermanfaat bagi umat. "Tujuan sedekah sampah dan pemilahan sampah di rumah-rumah adalah menumbuhkan sikap sosial yang tinggi. Ini juga mengubah paradigma sedakah bukan hanya dengan uang tetapi bisa dengan banyak hal yang bermanfaat. Salah satunya dengan sampah," tuturnya. 

Berkaitan dengan anggaran bank sampah, Deni mengatakan tidak ada penganggaran khusus dalam mata anggaran. Ini murni dengan cara bisnis. "Frame-nya murni bisnis karena hanya dalam  hitungan hari sampah pilahan sudah dijual lagi ke industri atau di-recycle untuk didaur ulang," ujarnya.

Deni juga menerangkan, tahun lalu perputaran uang pembukuan dari bank sampah hingga 6 miliar selama 8 bulan dari 400-an bank sampah di Kota Bandung. "Perkiraan tahun ini akan bisa menembus 12 miliar perputaran brutonya dengan jumlah bank sampah sebanyak sekarang," terangnya.

Untuk jenis sampah yang bisa di jual kepada bank sampah, Deni memaparkan ada 5 macam kategori yang bisa dipilah yaitu, kelas plastik, kelas kresek, kelas kertas, kelas beling dan kelas logam. "Sebagai contoh gelas aqua kalau sudah melalui proses pembersihan bisa berharga Rp 6.000 per kg,"  jelasnya.

Mengakhiri paparannya, Deni mengatakan apabila ada masjid atau kewilyahan yang mau dijemput sampahnya bisa menghubungi beberapa nomer PD Kebebersihan. "Kalau mau dijemput sampahnya telepon ke nomor ini Kantor Surapati, 022 7207889 dan pelayanan khusus di  081313341135 Ibu Euis. Sedang untuk Kantor Babakan Sri bisa di 022 87772114 dengan syarat diangkut minimal 1 kg berdasarkan perjanjian dan kami akan hitung harganya di tempat dengan timbangan digital, " pungkasnya.*** 

Baca Juga

Akan Ada Festival Kebudayaan India Malam Tahun Baru Ini

BANDUNG, (PR).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat di Pendopo Kota Bandung, Kamis 2 November 2017. Kedatangan Pradeep adalah untuk kunjungan kerja dan menjajaki kerja sama.

Pemkot Bandung Perkuat Kader Posyandu

BANDUNG, (PR).- Posyandu memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam membangun sumber daya manusia untuk masa depan yang berkualitas.

Ketersediaan Pangan Kota Bandung Membaik dan Meningkat

BANDUNG, (PR).- Ketersediaan pangan di Kota Bandung saat ini mencukupi. Dari 80 ton pangan yang tersedia, 20 di antaranya diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana dan warga kurang mampu. Sehingga pangan yang tersedia selama tahun 2017 di kota Bandung berjumlah 60 ton.