Menunggak Hampir Rp 1 Miliar, Meteran Dicabut

Pencabutan Meter Air
Pencabutan Meter Air/ADE BAYU INDRA/PR
DIRUT PDAM Tirtawening Sony Salimi didampingi petugas mencabut meter air, saat melakukan sanksi pencabutan meter air salah satu pelanggan, di Jalan Dr Rum, Kota Bandung, Selasa, 18 Juli 2017. Penerapan sanksi dilakukan kepada 12 pelanggan yang tidak patuh dalam kewajiban pembayaran tagihan air minum, yang besaran tunggakannya diatas tiga puluh juta rupiah.*

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 12 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta­we­ning Kota Bandung yang menunggak tagihan sampai hampir Rp 1 miliar, ditindak tegas pada Selasa, 18 Juli 2017. PDAM mencabut meteran pelanggan dan pelayanannya dihentikan sampai pembayaran dilakukan.

Penagihan dan penindakan tersebut merupakan kerja sama PDAM Tirtawening dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang beberapa waktu lalu meneken perjanjian kerja sama. Penunggak ta­gih­an yang ditindak di antaranya adalah hotel berinisial "I" di Jalan dr Rum dan guest house di Jalan Bukit Dago Utara. 

"Dua belas ini menunggak di atas Rp 30 juta, total Rp 773 juta. Mereka bisa kembali menikmati air setelah melunasi tagihan," ujar Sonny. 

Dari 12 penunggak, hotel "I" adalah penunggak tertinggi mencapai Rp 228 juta selama setahun. Selebihnya, penunggak berupa wisma dan fasilitas umum.

Lebih detail para penunggak tersebut berlokasi di Jalan Sukamantri II 23/144-D dengan tunggakan Rp 63,8 juta (42 rekening), Bukit Dago UTR II-2C Rp 53,3 juta (17 rekening), dan Leuwianyar I-3 Rp 46,8 juta (31 rekening). Selanjutnya, kawasan Beta No. 10 Rp 102,2 juta (33 rekening), Penumbang Jaya 5A Rp 37,9 juta (23 rekening), dan Sukagalih No. 24 Rp 61,6 juta (31 rekening). 

Lalu fasilitas umum di Gang Banceuy 2/13C Rp 24 juta (57 re­kening), Kiara Asri Barat No. 21 Rp 34,6 juta (27 rekening), Rakata 59 Rp 49,1 juta (39 rekening), Kompleks Pratama Asri B-4 Rp 34,4 juta (49 rekening), dan Jalan Jakarta No. 27 Rp 36,4 juta (6 rekening).

Sebelum mengambil tindakan tegas, Sonny mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak manajemen hotel. Namun, mereka meminta keringanan yang tidak bisa dikabulkan oleh PDAM karena tingginya tunggakan. "Jadi, sebaiknya ada iti­kad baik dari manajemen untuk melunasi," kata dia.

Terkait pelunasan, Sonny mengakui PDAM terbantu oleh Kejati Jabar. Tunggakan yang belum dibayar sampai hitungan tahun, mulai dilunasi. Sebab, selama ini karyawan PDAM kesulitan ketika menagih hak PDAM. Oleh karenanya, kerja sama dengan apa­rat hukum menyebabkan piutang PDAM perlahan dibayar.

Pantauan

Sementara itu, Tim Penindak Kejati Jabar, Marihot Silalahi me­ngatakan, ke-12 penunggak telah masuk pantauan Kejati Jabar. Kejati Jabar akan menempuh upaya mengamankan uang negara tersebut. "Saat ini kami belum sampai ke langkah hukum. Kejati masih melakukan pendekatan dan menjalankan prosedur," kata­nya.  

Sementara itu, pihak dari hotel "I", Supri, mengakui telah ada teguran terkait tunggakan rekening dari PDAM Tirtawening Kota Bandung. "Kami sudah minta keringanan bahkan pernah nyicil, tapi tunggakannya banyak jadi kita tetap keberatan," kata dia. 

Dalam sebulan, hotel tersebut biasanya menunggak sampai Rp 15 juta. Namun, sulitnya finansial hotel akhirnya mendorong efi­si­ensi konsumsi air sehingga tunggakan bisa ditekan sampai Rp 5 juta setiap bulan.***

Baca Juga

Lelang Teras Cihampelas Terancam Gagal

BANDUNG, (PR).- Proyek pembangunan skywalk Cihampelas tahap kedua, atau dikenal juga sebagai Teras Cihampelas, terancam gagal.